logo


Tingkatkan Daya Saing, PUPR Dorong Peningkatan Peran Kontraktor Menengah dan Kecil

PUPR dorong peningkatan peran kontraktor menengah dan kecil

30 Januari 2020 18:37 WIB

Menteri Basuki dalam acara Rapimnas Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) di Jakarta,  Rabu sore, (29/1/2020).
Menteri Basuki dalam acara Rapimnas Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) di Jakarta, Rabu sore, (29/1/2020). Kementrian PUPR

JAKARTA, JITUNEWS.COM-  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong kontraktor nasional baik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta untuk meningkatkan profesionalitas. PUPR juga melakukan pembinaan terhadap kontraktor, termasuk salah satunya mulai pemaketan pekerjaan yang besarnya dibawah Rp 100 miliar. Hal tersebut agar bisa diikuti kontraktor swasta nasional dengan kualifikasi usaha kecil dan menengah.

“Dari total anggaran pembangunan infrastruktur Kementerian PUPR sebesar Rp 120 triliun pada tahun 2020, terdapat 7.426 paket kontraktual senilai Rp 93,5 triliun yang dilelang. Sejak 6 November 2019 hingga 29 Januari 2020 tercatat sebanyak 3.086 paket senilai Rp 36,2 triliun telah dilakukan tender dini. Bersamaan dengan peresmian Terowongan Nanjung secara simbolis 100 paket kontrak atau senilai Rp 4,8 triliun ditandatangani secara serentak disaksikan Presiden Joko Widodo dan 95 persennya merupakan kontraktor-kontraktor lokal yang hadir,” kata Menteri Basuki dalam acara Rapimnas Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) di Jakarta, Rabu sore, (29/1/2020).

Dalam acara Rapimnas Gapensi tersebut, Menteri Basuki mengatakan ada penandatanganan 100 paket kontrak yang diikuti kontraktor BUMN dan kontraktor swasta lokal atau daerah. Harapannya pembangunan di daerah bisa melibatkan kontraktor yang ada di daerah. “Yang proyeknya di Kendari perusahaannya dari Kendari, yang ada di Wonosari perusahaannya dari Wonosari Gunung Kidul, yang ada di Merauke perusahannya dari Jayapura, bukan dari luar,” ujarnya.


Amankan Garis Pantai Indonesia, Kementerian PUPR Kembangkan Teknologi Blok Beton 3B

Menteri Basuki juga mengingatkan kontraktor nasional maupun lokal dengan kualifikasi kecil dan menengah agar bisa melakukan pekerjaan secara profesional dengan meningkatkan kualitas. Sehingga masyarakat bisa percaya dengan kontraktor dan pembangunan bisa berjalan sesuai spesifikasinya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mengatakan bahwa saat ini jumlah kontraktor menegah ke bawah jumlahnya tinggi. Dari 3.086 paket yang sudah ditandatangani, 90 persen adalah kontraktor kelas menengah. Sehingga kontraktor lokal dengan kualifikasi kecil menengah saat ini memiliki kesempatan yang jauh lebih besar.

 

PUPR Tuding Anies Telah Modifikasi Sayembara Revitalisasi Monas

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati