logo


Cenderung Menguntungkan Israel, Erdogan Kecam Rencana 'Perdamaian' ala Trump

"Yerusalem adalah suci bagi umat Islam. Rencana untuk memberikan Yerusalem kepada Israel sama sekali tidak dapat diterima. Rencana ini mengabaikan hak-hak warga Palestina dan bertujuan melegitimasi pendudukan Israel," kata Erdogan

30 Januari 2020 12:00 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Republika

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Rencana perdamaian Palestina - Israel yang digaungkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendapat kecaman dari berbagai pihak, tak terkecuali Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Donald Trump sendiri mengklaim rencana tersebut sebagai "Kesepakatan Abad Ini" yang merupakan sebuah win-win solution atau menguntungkan bagi kedua negara tersebut.

Presiden Turki, Erdogan, menilai rencana Trump tersebut hanya akan memberi keuntungan bagi pihak Israel. Ia juga menilai rencana "perdamaian" Trump tersebut justru memperuncing konflik diantara Palestina dan Israel.


Begini Penampakan Peta Palestina Ala Donald Trump

"Yerusalem adalah suci bagi umat Islam. Rencana untuk memberikan Yerusalem kepada Israel sama sekali tidak dapat diterima. Rencana ini mengabaikan hak-hak warga Palestina dan bertujuan melegitimasi pendudukan Israel," kata Erdogan seperti dikutip oleh CNN Turki melalui CNN Indonesia, Rabu (29/1).

Sebelumnya, Donald Trump dikabarkan telah membuat sebuah proposal bersama dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Secara garis besar, isi proposal tersebut cenderung menguntungkan pihak Israel dimana salah satu poinnya menyebut jika Yerusalem sepenuhnya menjadi ibukota Israel sedangkan Palestina saat ini dianggap belum berbentuk sebuah negara.

Kecam Rencana "Perdamaian" Trump, Presiden Palestina: Kesepakatan Anda adalah Konspirasi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia