logo


Hindari Konflik Kepentingan, PKS Sarankan Yasonna Cuti dari Jabatannya

PKS ingin Yasonna Laoly cuti dari Kemenkumham

29 Januari 2020 18:25 WIB

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memberikan keterangan pers di Kantor Kemkumham Jakarta, Jumat (20/9). Foto: Ist (Alinea)
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memberikan keterangan pers di Kantor Kemkumham Jakarta, Jumat (20/9). Foto: Ist (Alinea)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Anggota Komisi III Fraksi PKS, Aboe Bakar Alhabsyi menanggapi langkah Menkumham Yasona Laoly yang membentuk tim untuk menyelidiki terjadinya kesimpangsiuran informasi yang disebabkan oleh delay-nya sistem di Dirjen Imigrasi.

Menurutnya langkah Menkumham Yasona Laoly itu akan membuat publik merasa jaggal karena Yasona sebagai ketua DPP Bidang Hukum dan HAM membentuk tim advokasi, disisi lain sebagai Menkumham membentuk tim investigasi.

“Namun disisi lain, publik melihatnya bahwa Yasona ikut serta dalam konpress saat mengumumkan tim advokasi di PDIP. Artinya pada kasus ini Yasona dianggap memiliki konflik kepentingan. Meskipun beliau tidak masuk dalam tim advokasi, namun beliau yang membentuknya,” ujarnya di Jakarta, Rabu (29/1/2020).


Terkait Penanganan Kasus Jiwasraya, PKS Usulkan Pembentukan Pansus

Menurutnya untuk menghindari konflik kepentingan, Yassona disarankan untuk cuti dari jabatannya sebagai Menkumham.

“Akan lebih baik jika tim ini bukan dibuat oleh Menkumham atau barangkali Menkumham memilih mengajukan cuti untuk menghindari konflik kepentingan,” pungkasnya.

Jokowi Dituding Tak Serius Evakuasi WNI di Wuhan, PKS: Masa Enggak Diizinkan?

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Trisna Susilowati