logo


Tak Ada PUBG dan COD di Piala Presiden, Ternyata Ini Alasannya

Alasan dibalik terpilihnya game hasil pengembangan Garena tersebut diungkapkan oleh Ketua Panitia Penyelenggara Piala Presiden esports 2020, Giring Ganesha.

29 Januari 2020 10:15 WIB

PUBG
PUBG PUBG

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kompetisi e-Sport skala nasional, Piala Presiden yang sudah diselenggarakan sejak Oktober 2019 lalu kini telah memasuki babak grand final yang akan dihelat pada 1-2 Februari 2020 mendatang. Salah satu cabang game yang dipertandingkan dalam kompetisi tersebut adalah game ber-genre Battle Royale. Game Battle Royale yang dipilih bukanlah PUBG ataupun Call of Duty melainkan Free Fire.

Alasan dibalik terpilihnya game hasil pengembangan Garena tersebut diungkapkan oleh Ketua Panitia Penyelenggara Piala Presiden esports 2020, Giring Ganesha.

Ia mengungkapkan bahwa Garena telah mengembangkan game Free Fire yang minim konten kekerasan sehingga ramah visual khususnya untuk anak dibawah umur. Hal tersebut tentunya sesuai dengan aturan pemerintah.


Lolos Kualifikasi Asia Tenggara, DG Esports Jadi Wakil Indonesia di Turnamen AoV Asia

"Alasan kami simpel karena komitmen mereka bikin gim bisa diterima oleh orang banyak. Mereka siap membuat Free Fire sebagai gim yang lebih ramah secara visual untuk anak anak," ujar Giring di bilangan Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (27/1).

Garena sendiri juga dinilai sangat berkomitmen untuk membuat game yang bisa diterima berbagai kalangan usia. Seperti diketahui, dalam game Free Fire, konten kekerasan yang terdapat pada game sejenis lainnya seperti cipratan darah saat terkena tembakan diganti dengan angka yang menyimbolkan jumlah damage yang diterima.

"Begitu saya minta pokoknya ada beberapa hal yang harus dihilangkan karena ini menyangkut nama besar presiden, mereka iya kan," ujar Giring.

Sukses dengan PUBG dan AoV, Tencent Games Segera Bikin Ponsel Gaming

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia