logo


Terungkap! Ternyata Ini Alasan Helmy Yahya Diberhentikan dari Dirut TVRI

Dewas TVRI menyoroti biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan hak siar Liga Inggris

28 Januari 2020 08:00 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Dewan Pengawas TVRI buka suara terkait hak siar Liga Premier Inggris yang menelan biaya sebesar US$9 juta. Hal itu diungkapkan setelah pemberhentian Helmy Yahya dari jabatan Direktur Utama.

Juru Bicara Dewas TVRI Dwiheri Sulistiawan menyebut nominal tersebut tak sesuai dengan pernyataan awal Helmy. Adik dari Tantowi Yahya itu mengaku siaran itu bersifat barter, dalam artian tanpa mengeluarkan biaya.

"Penjelasan awal Dirut menyampaikan bahwa Liga Inggris itu sistemnya adalah barter, sehingga dengan barter itu TVRI diuntungkan dengan tidak mengeluarkan sepeser pun uang," kata Dwiheri, di Senayan, Jakarta, dikutip dari CNN Indonesia pada Selasa (28/1).


Bulan Juni, Jakarta Tamat sebagai Ibu Kota Negara

Terkait hal itu, Dewas TVRI pun meminta Helmy untuk menunjukkan bukti kontrak serta dokumen perjanjian hak siar Liga Premier Inggris.

Melalui dokumen yang diserahkan Helmy pada 5 Desember 2019, diketahui ada beban anggaran US$9 juta untuk kontrak hak siar selama tiga musim. Bahkan, penayangan liga terbesar di dunia itu telah merogoh kocek Rp27 miliar yang jatuh tempo pada November 2019.

"Dewas kaget di situ ada beban anggaran US$9 juta untuk tiga musim 2019/2020, 2020/2021, dan 2021/2022," terang dia.

Berdasarkan temuan itu, lanjut Dwiheri, Dewas mendesak Helmy untuk memberikan keterangan. Namun, ketidakmampuan Helmy dalam menjelaskan hal tersebut berujung pada pemecatan dirinya.

"Ini hanya salah satu dari beberapa masalah yang sebenarnya diakibatkan oleh Dirut yang sekarang sudah diberhentikan itu," tuntas Dwiheri.

Tanggapi Curhatan Penjual Es Degan, Jokowi Tegur Satpol PP, "Jangan Suka Ngambil Barang-barangnya Masyarakat"

Halaman: 
Penulis : Iskandar