logo


Pencak Silat Jadi WBTb Dunia, Pemprov DKI Didorong Buat FGD Bersama Pesilat

Ketua Perkumpulan Betawi Kita berharap pencak silat kembali digemari oleh generasi muda Indonesia.

27 Januari 2020 09:48 WIB

Perkumpulan Betawi Kita menggelar diskusi publik yang bertajuk “Pencak Silat Betawi pasca penetapan Pencak Silat Indonesia sebagai WBTb Dunia oleh UNESCO” di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Minggu (26/1/2020).
Perkumpulan Betawi Kita menggelar diskusi publik yang bertajuk “Pencak Silat Betawi pasca penetapan Pencak Silat Indonesia sebagai WBTb Dunia oleh UNESCO” di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Minggu (26/1/2020). Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) telah menetapkan Pencak Silat sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Dunia dari Indonesia.

Perkumpulan Betawi Kita menggelar diskusi publik yang bertajuk “Pencak Silat Betawi pasca penetapan Pencak Silat Indonesia sebagai WBTb Dunia oleh UNESCO” di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Minggu (26/1/2020).

Ketua Perkumpulan Betawi Kita, Roni Adi berharap diskusi tentang pencak silat ini akan membuat seni bela diri pencak silat betawi kembali digemari oleh generasi muda Indonesia.


Mbappe Beri Pujian Setinggi Langit ke Liverpool, Kode Keras?

“Supaya main pukulan Betawi ini diminati oleh generasi selanjutnya, kemudian terpenting sebenarnya dalam WBtb itu kan bicara nilai-nilai dari silat Betawi yang perlu kita angkat filosofinya. Jadi bukan sekedar silat sebagai olahraga,” ujar Roni Adi.

Roni Adi juga berharap dengan diskusi ini juga akan banyak lagi literatur tentang seni bela diri yang ditulis para pesilat Betawi sehingga memudahkan dalam mempelajari seni pencak silat Betawi.

“Tadi juga dipaparkan dari temen-temen narasumber tentang minimnya literatur silat betawi ini, nah mudah-mudahan dengan diskusi ini temen temen silat terdorong untuk membuat tulisan dia sendiri. Karena kalau peneliti yang nulis sendiri kan takutnya bias gitu kan. Tapi kalau pegiatnya sendiri yang nulis, dia akan bicara sejarahnya, nilainya dan Folklore (Cerita rakyat) itu bisa diangkat sama si pegiat silat itu sendiri,” jelasnya.

“Kita dorong agar Pemprov DKI Jakarta membuat Focus group discussion (FGD) yang melibatkan para pesilat, pemerhati dan para akademisi,” pungkasnya.

Pastikan Venue Olahraga di Mimika Siap, Menko PMK Lari Keliling Lintasan

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata