logo


Bulan Juni, Jakarta Tamat sebagai Ibu Kota Negara

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta menyebut Undang-undang Ibu Kota Negara akan terbit pada Juni 2020

27 Januari 2020 04:45 WIB

Bangunan Monumen Nasional (Monas).
Bangunan Monumen Nasional (Monas). Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI Jakarta, Muhammad Taufik mengatakan Jakarta akan kehilangan statusnya sebagai ibu kota beberapa bulan lagi.

Menurutnya, Undang-undang Ibu Kota Negara itu akan dikeluarkan pada bulan Juni 2020 mendatang.

"Insyaallah bulan Juni, Jakarta tamat sebagai ibu kota negara. Undang-undang (ibu kota baru) akan keluar bulan Juni," kata Taufik saat Rapat Kerja Daerah Partai Gerindra DKI Jakarta, Jakarta Pusat, dikutip dari detikcom pada Senin (27/1).


Usung Anies Sekaligus Berada di Koalisi Jokowi, Sandiaga Uno Sebut Gerindra Unik

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu mengaku tak terlalu mempersoalkan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan. Taufik lebih menyoroti status Jakarta usai tak menyandang status ibu kota.

"Kita minta kawan-kawan di DPR, waktu pencabutan Jakarta jadi ibu kota, harus berbarengan dasar hukum Jakarta, apakah Jakarta untuk rezimnya pemerintah daerah sebagaimana Jatim dan Jabar? Kalau itu terjadi itu maka akan terjadi perubahan struktur pemerintahan," ujarnya.

Taufik meminta kepada pihak terkait agar lebih memperhatikan dampak pemindahan ibu kota terhadap Jakarta itu sendiri. Dia menjabarkan akan ada beberapa perubahan drastis di Jakarta nantinya, dari suhu politik hingga struktur ekonomi.

Dinilai Masih Rancu, Pemerintah Diminta Perjelas Penerapan Upah Buruh per Jam

Halaman: 
Penulis : Iskandar