logo


UNESCO Tetapkan Pencak Silat Sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia dari Indonesia

Pencak silat telah dijadikan sebagai WBTb adalah kabar yang menggembirakan

26 Januari 2020 19:56 WIB

Ketua Perkumpulan Betawi Kita
Ketua Perkumpulan Betawi Kita Doc Jitu

JAKARTA, JITUNEWS.COM - United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) telah menetapkan Pencak silat telah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Dunia dari Indonesia.

Ketua Perkumpulan Betawi Kita, Roni Adi mangatakan bahwa kabar pencak silat telah dijadikan sebagai WBTb adalah kabar yang menggembirakan. Pencak silat menjadi warisan dunia kesepuluh yang ditetapkan UNESCO setelah wayang, keris, batik, angklung, tari saman, noken, tiga genre tari tradisi Bali, kapal phinisi dan pelatihan batik.

“Kabar ini menggembirakan karena setelah perjuangan panjang, pencak silat yang memiliki akar tradisi kuat di Indonesia dan Malaysia berhasil mengokohkan sebagai sebuah tradisi yang memiliki akar pada dua aspek bela diri dan mental-spiritual,” ujarnya.


Menpar Tekankan Pentingnya Pengakuan UNESCO untuk Danau Toba

Roni menjelaskan pencak silat dianggap memiliki seluruh elemen yang membentuk warisan budaya tak benda. Pencak silat terdiri atas tradisi lisan, seni pertunjukan, ritual dan festival, kerajinan tradisional, pengetahuan dan praktik sosial serta kearifan lokal.

“Dalam buku Maen Pukulan Khas Betawi karya GJ Nawi, dituliskan tentang adanya 317 aliran maen pukulan Betawi. Sebarannya luas, mulai dari Betawi Pesisir (Foreland), Betawi Tengah (Midland), Betawi Pinggir dan Udik (Hinterland). Beberapa di antaranya telah terdaftar sebagai warisan budaya takbenda dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia,” tuturnya.

“Terbaru pada 2019, ada silat Mustika Kwitang, silat Pusaka Djakarta, silat Troktok dan silat Sabeni Tenabang. Menyusul yang sudah ditetapkan lebih dulu adalah silat Beksi, dan silat Cingkrik,” kata dia

Selain itu, lanjut Roni, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI telah menetapkan antaranya Penca’ dari Jawa Barat, Silek Minang dari Sumatra Barat, Silek Tigo Bulan dari Riau, Pencak Silat Bandrong dari Banten sebagai WBTb.

Menurutnya dengan penetapan ini, perlu ada berbagai strategi dan basis agar pencak silat menjadi lebih maju dan dikenal. Apalagi pencak silat bukan saja sekadar olahraga bela diri tapi telah menjadi jalan hidup bagi para pelakunya.

Dia menegaskan banyak hal positif yang terdapat dalam pencak silat, di antaranya menghargai sesama dan menghormati orang yang lebih tua.

“Dalam beberapa gerakan pencak silat Betawi khususnya, terdapat gerakan yang digali dari ajaran agama Islam, seperti gerakan ketika orang berwudlu dan gerakan shalat. Para murid juga berdoa sebelum latihan rutin. Pencak silat dipakai bukan untuk berbuat semena-mena, tapi mengajarkan untuk menahan diri dan menjaga harmonisasi dengan alam sekitar,” kata Roni.

Ketua komunitas pegiat silat Betawi Sikumbang Tenabang ini menambahkan dengan status sebagai warisan budaya dunia tak benda, butuh upaya bersama sejumlah pihak, baik dari komunitas silat, pemerintah pusat dan daerah, serta berbagai lembaga kebudayaan lainnya.

“Oleh sebab itu, dalam kongko tuker pikiran Betawi Kita kali ini akan membahas proses penetapan Pencak Silat Indonesia sebagai WBTb Dunia oleh UNESCO dan harapan ke depan agar terjadi sinergitas antara para praktisi silat, akademisi dan pemerintah provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan pelestarian dan pengembangan Pencak Silat Betawi pasca penetapan Pencak Silat Indonesia sebagai WBTb Dunia oleh UNESCO,” pungkasnya.

Indonesia Turut Peringati Program Dunia PBB di Makassar

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Raka Kisdiyatma