logo


WNI Disandera, Mahfud: Kita Diganggu Terus Ini oleh Abu Sayyaf

Mahfud mengatakan bahwa kelompok Abu Sayyaf sering menculik WNI di perairan Malaysia

26 Januari 2020 04:30 WIB

Mahfud MD
Mahfud MD Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, berencana datang ke Malaysia untuk membahas tentang Abu Sayyaf yang menyandera warga negara Indonesia (WNI).

"Mungkin dalam waktu tidak lama saya akan datang ke sana (Malaysia) untuk berbicara tentang Abu Sayyaf. Kita diganggu terus ini oleh Abu Sayyaf," ujar Mahfud dalam diskusi panel 'Meneguhkan Hubungan Indonesia-Malaysia', di gedung PBNU, Jakarta, seperti dilansir dari Antara, Minggu (25/1).

Mahfud mengatakan bahwa kelompok Abu Sayyaf sering menculik WNI di perairan Malaysia.


Ibu Kota RI Bakal Pindah, Tentara Malaysia Perketat Keamanan Perbatasan

"Menculik orang Indonesia, tetapi di perairan Malaysia. Selalu terjadi, tidak pernah berani menculik orang Indonesia di perairan Indonesia. Menculik di perairan Malaysia selalu terjadi," ujar Mahfud.

Sejauh ini hampir seluruh WNI sebanyak 44 bisa dibebaskan. Mahfud mengatakan bahwa upaya pembebasan dilakukan dengan menelan waktu dan biaya yang banyak.

Penculikan WNI yang bekerja di Malaysia kembali terjadi pada Kamis (16/1) sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Ada delapan WNI yang menangkap ikan menggunakan kayu dengan izin disandera.

Tiga WNI, Abdul Latif (37), Daeng Akbal (20), dan Pian bin Janiru (36), ditemukan bersama kapal itu. Namun, lima rekannya, yakni Arsyad bin Dahlan (42) selaku juragan, Arizal Kastamiran (29), La Baa (32), Riswanto bin Hayono (27), dan Edi bin Lawalopo (53), dipastikan disandera.

Diblokir Pemerintah China, WNI di Kota Wuhan Masih Aman

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata