logo


Usai Klaim Natuna, Kini China Dilanda Wabah Mematikan

Penyebaran virus mematikan yang diketahui muncul dari salah satu pasar ikan di Kota Wuhan, China.

24 Januari 2020 14:49 WIB

The Straits Times

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Beberapa waktu yang lalu di awal tahun 2020 ini, publik Indonesia dihebohkan dengan polemik di wilayah perairan Natuna yang diklaim oleh China. Mereka bahkan bersikeras pihaknya tidak melakukan pelanggaran ZEE.

Klaim tersebut disampaikan Kementerian Luar negeri China usai peristiwa masuknya kapal nelayan China dan coast goard China pada Desember 2019 lalu.

"Saya ingin menegaskan bahwa posisi dan dalil-dalil China mematuhi hukum internasional, termasuk UNCLOS. Jadi apakah pihak Indonesia menerima atau tidak, itu tak akan mengubah fakta objektif bahwa China punya hak dan kepentingan di perairan terkait (relevant waters). Yang disebut sebagai keputusan arbitrase Laut China Selatan itu ilegal dan tidak berkekuatan hukum, dan kami telah lama menjelaskan bahwa China tidak menerima atau mengakui itu," kata Juru Bicara Kemlu China, Geng Shuang dalam pernyataan persnya, Kamis (2/1) lalu.


Akses Keluar Masuk Kota Wuhan Diblokir Pemerintah China, Warga Dilanda Kepanikan

Tak lama berselang, kini publik dunia dihebohkan dengan penyebaran virus mematikan yang diketahui muncul dari salah satu pasar ikan di Kota Wuhan, China.

Virus ini kemudian telah menyebar hingga ke luar China, seperti Thailand, Jepang, Singapura, dan Korea Selatan. Karena belum pernah teridentifikasi sebelumnya, maka sejauh ini vaksin untuk mengobatinya belum tersedia. Di kota Wuhan sendiri hingga saat ini lebih dari 500 orang dilaporkan telah terjangkit virus Corona tersebut dan menewaskan 24 orang sejauh ini.

Baru-baru ini pada Kamis (23/1), pihak Pemerintah China bahkan memblokir semua akses keluar masuk Kota Wuhan dan Kota Huanggang sehingga penduduk di dua kota tersebut terisolir dari dunia luar.

Dampak Coronavirus, Kota Terlarang Ditutup Pemerintah China

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia
 
×
×