logo


Cetak Laba Bersih Rp 27,5 Triliun, Bank Mandiri Tunjukan Kinerja yang Moncer

Bank Mandiri menunjukan kinerja yang moncer dengan mencetak laba bersih Rp 27,5 Triliun

24 Januari 2020 12:38 WIB

Direktur Utama Bank Mandiri, Royke Tumilaar
Direktur Utama Bank Mandiri, Royke Tumilaar jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PT Bank Mandiri (Persero) membukukan kinerja moncer di tahun 2019. Terlihat dari perseroan yang berhasil mencetak laba bersih Rp27,5 triliun, tumbuh 9,9 persen dari akhir 2018. Capaian ini didukung oleh pertumbuhan kredit konsolidasi yang sebesar 10,7 persen Year on Year (YoY) hingga mencapai Rp907,5 triliun pada akhir tahun lalu.

Dari kucuran tersebut, perseroan berhasil mencatat pendapatan bunga bersih sebesar Rp59,4 triliun, naik 8,8 persen YoY dibanding tahun sebelumnya. Seiring keinginan untuk tumbuh secara sehat dan berkelanjutan, Bank Mandiri berhasil memperbaiki kualitas kredit yang disalurkan sehingga rasio NPL gross turun 42 bps menjadi 2,33 persen dibandingkan Desember tahun lalu. Dampaknya, biaya CKPN pun ikut melandai sebesar -14,9 persen YoY menjadi Rp 12,1 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri, Royke Tumilaar mengatakan konsistensi untuk mengutamakan prinsip pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan dalam ekspansi serta inovasi layanan yang berkelanjutan  melalui otomatisasi ataupun digitalisasi menjadi kunci keberhasilan perseroan dalam melewati tahun 2019.


Strategi Cerdas Atur Keuangan Pribadi dengan Manfaatkan Diskon

“Dalam penyaluran kredit, misalnya, kami senantiasa berpatokan pada kajian sektor guideline dan assessment karakter perusahaan yang ketat untuk memastikan pemenuhan kewajiban oleh calon debitur,” kata Royke di Jakarta, Jumat (24/1/2020).

“Kami juga berusaha menjaga komposisi portofolio segmen wholesale dan retail (bank only) yang saat ini di kisaran 65 persen dan 35 persen agar dapat memberikan return yang optimal,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, portofolio perseroan (bank only) di segmen wholesale sampai dengan kuartal IV tahun 2019 mencapai Rp516,4 triliun atau tumbuh 9,3 persen YoY. Sedangkan segmen retail sebesar Rp275,9 triliun, tumbuh 11,9 persen secara tahunan.

Menurutnya jika kredit korporasi menjadi penopang utama segmen wholesale dengan capaian Rp329,8 triliun, maka kredit mikro dan kredit konsumer menjadi andalan segmen retail dengan capaian masing-masing Rp123,0 triliun dan Rp94,3 triliun.

“Kredit korporasi kami tumbuh baik di kisaran 7,7 persen YoY dibanding tahun sebelumnya, sedangkan penyaluran kredit mikro naik 20,1 persen secara yoy. Sementara di kredit konsumer yang akhir tahun 2019 tumbuh 7,9 persen YoY, bisnis kartu kredit dan kredit kendaraan bermotor (auto loan) menjadi penyumbang terbesar dengan laju ekspansi masing-masing 20,1 persen YoY menjadi Rp13,8 triliun dan 9,6 persen YoY menjadi Rp34,6 triliun,” kata Royke

Seiring keinginan perseroan mengoptimalkan fungsi intermediasi, Bank Mandiri juga menjaga komposisi kredit produktif seperti kredit investasi dan modal kerja, dalam porsi yang signifikan, yakni 77,4 persen dari total portofolio. Pada akhir tahun lalu, penyaluran kredit investasi tercatat mencapai Rp282,6 triliun dan kredit modal kerja sebesar Rp330,3 triliun.  

Sebagai Agent of Development, Bank Mandiri juga turut berkontribusi dalam pembangunan nasional, berupa penyaluran kredit ke sektor infrastruktur yang mencapai Rp208,9 triliun dengan tingkat pertumbuhan mencapai 14,6 persen (YoY). Kredit tersebut disalurkan kepada berbagai sektor seperti tenaga listrik,  transportasi, migas, energi terbarukan, dan lain-lain.

Untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR), pada sepanjang 2019, total KUR yang disalurkan mencapai Rp25,02 triliun, tumbuh 42,3 persen YoY atau mencapai 100,09 persen dari target tahun 2019 dengan jumlah penerima sebanyak 310.987 debitur. Dari jumlah tersebut, sebesar 50,10 persen disalurkan kepada sektor produksi, yakni pertanian, perikanan, industri pengolahan dan jasa produksi.

Di samping melalui program KUR, upaya Bank Mandiri membangun sektor riil juga diwujudkan melalui penyalurkan kredit UMKM  sebesar Rp.92,23 triliun pada akhir tahun lalu, tumbuh 9,85 persen secara yoy, kepada 928.798 pelaku UMKM.

“Salah satu strategi kami dalam membangun sektor UMKM ini adalah dengan memanfaatkan value chain nasabah-nasabah wholesale, baik menjadi nasabah UMKM Bank Mandiri sendiri maupun menjadi target pasar hasil produksi nasabah UMKM Bank Mandiri,” pungkasnya.

Ketua OJK Bakal Reformasi Industri Asuransi

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Trisna Susilowati