logo


Diduga Ada Praktik Korupsi, PSI Laporkan Proyek Revitalisasi Monas

PSI laporkan proyek revitalisasi Monas karena diduga ada praktik korupsi

24 Januari 2020 05:55 WIB

Ilustrasi Partai Solidaritas Indonesia.
Ilustrasi Partai Solidaritas Indonesia. JITUNEWS/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melaporkan proyek revitalisasi Monas kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga ada indikasi korupsi. Namun laporan tersebut ditolak oleh KPK.

Anggota Tim Advokasi PSI Patriot Muslim menyampaikan penolakan tersebut karena dianggap kurang menyertakan bukti. Oleh karena itu pihaknya akan melengkapi dokumen dengan melampirkan bukti tambahan agar memperkuat laporan tersebut.

"Masih ada dokumen yang harus dilengkapi yaitu dokumen kontrak," kata Patriot di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (23/1/2020).


Revitalisasi Monas Molor, Begini Pembelaan Kontraktor PT Bahana

Patriot menduga ada kejanggalan terhadap proyek revitalisasi Monas. Termasuk kejanggalan alamat kontraktor PT Bahana Prima Nusantara yang tidak jelas. Ia menduga PT Bahana Prima Nusantara hanya berkedok bendera perusahaan saja. Sementara perusahaan membayar kembali kepada perusahaan subkontraktor.

"Dari penulusuran media dan penulusuran tim kami, kantor kontraktor itu di Ciracas. Namun, setelah ditelusuri ternyata ada informasi lagi di Letjen Suprapto, Cempaka Putih. Itu juga enggak jelas malah," ujar Patriot

Meski Dipaksa Berhenti, Kontraktor Tetap Ngotot Lanjutkan Revitalisasi Monas

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati