logo


Ihwal Kasus Jiwasraya, Demokrat Sebut Jokowi Abaikan Amanat SBY

Andi Arief menyebut Presiden Jokowi mengabaikan UU produk SBY sehingga terjadi polemik di Jiwasraya, Asabri, Taspen dan lain-lain

23 Januari 2020 16:31 WIB

Andi Arief
Andi Arief Twitter @andi_arief

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief angkat bicara terkait polemik kasus Jiwasraya. Menurutnya, nasabah perusahaan asuransi itu tidak dapat mendapatkan klaim polisnya dikarenakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengabaikan undang-undang yang terbit di masa kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Undang-undang yang dimaksud oleh Andi Arief adalah UU No. 40 tahun 2014 tentang Perasuransian.

"Pak Jokowi cenderung anti banyak peraturan, karena dianggap mengganggu investasi. Muncul mainan baru istilah keren Omnibus Law," ujar Andi, sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (23/1).


Politisi Demokrat: KPK Tidak Serius Menangkap Masiku

"Tuhan turunkan kasus Jiwasraya agar kembali ke rel hukum yang detail. Amanat UU nomor 40 tidak dijalankan, negara goncang," sambungnya.

Undang-undang tersebut menghendaki pembentukan Lembaga Penjamin Polis (LPP). Program penjaminan polis dalam UU itu bertujuan untuk menjamin pengembalian sebagian atau seluruh hak pemegang polis, tertanggung atau peserta dan perusahaan asuransi atau perusahaan asuransi syariah yang dicabut izin usahanya serta dilikuidasi.

"Siapa paling bersalah jika uang nasabah asuransi Jiwasraya, Asabri, Taspen dan lain-lain yang jadi mega skandal tidak terbayar? yang paling bersalah pemerintah 2014-2019," tuntas Andi.

Jokowi Minta Prabowo Kembangkan Sistem Senjata Otonom

Halaman: 
Penulis : Iskandar