logo


Darmawan Prasodjo Sebut PLN Terus Kembangkan Pembangkit Energi Baru Terbarukan

PLN berperan aktif dalam gerakan global pengurangan emisi karbon

23 Januari 2020 17:15 WIB

Wadirut PLN, Darmawan Prasodjo
Wadirut PLN, Darmawan Prasodjo Doc Jitunews

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PT PLN (Persero) dan Clean Energy Investment Accelerator (CEIA) Indonesia bekerja sama dalam melakukan studi dan penelitian terkait energi terbarukan melalui renewable energy certificate. Dalam hal ini, CEIA diwakili oleh World Resources Institute (WRI) Indonesia.

Wakil Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa PLN berperan aktif dalam gerakan global pengurangan emisi karbon dengan penggunaan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT).

Menurutnya PLN sudah dipastikan  akan berkomitmen untuk menyeimbangkan antara growth dengan environmental sustainbility kedepannya.


Potret Petugas PLN Bertaruh Nyawa Demi Jaga Pasokan Daya

“Contohnya hari ini kan luar biasa, bagaima ada pangaa pasar dari pengguanan renewble energy yang diinisiasi oleh korporasi  dan dari pangsa pasar ini ternyata mereka terpaksa mengguankan renewble energi yang berbasis kepada internasional,” ujar Darmawan di Jakarta, Kamis (23/1/2020).

“Inisiasi hari ini adalah bagaimana kebutuhan dari rewneble energy cartoficate ini bisa pasok dalam nengeri tentu saja  bekerjasama dengan PLN yang potensinya luar biasa itu,” ujarnya.

Darmawan mengatakan renewable energy certificate ini akan menjadi salah satu produk layanan PLN kedepan guna mendukung perkembangan penggunaan EBT di Indonesia, dimana banyak perusahaan multinasional yang memiliki komitmen kuat untuk berpartisipasi menggunakan EBT dengan standar dan kualifikasi internasional.

“Ini luar bisa bagaimana seluruh komponen bangsa ini baik dari industri, investasi internasional maupun dalam negeri dan PLN bisa mengadapi tantangan perubahan iklim ini  dan memberikan kesemptan bisnis yang lebih baik lagi,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur WRI Indonesia, Nirita Samadi mengatakan kerjasama ini diharapkan seluruh perusahaan yang telah bergabung dengan CEIA Indonesia dapat mendorong penggunaan target renewable energy salah satunya melalui renewable energy certificate.

Dalam hal ini, Nirita Samadi menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan pendampingan teknis lain seperti penyiapan standar sistem pelacakan atribut energi atau yang dikenal dengan renewable energy attribute tracking system.

“Termasuk dalam hal ini adalah sistem pencatatan, pelaporan dan pengakuan atas kepemilikan sesuai standar nasional,” jelasnya.

Tak hanya itu, kata Nirita, renewable energy attribute tracking system adalah suatu platform perdagangan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan penjual dan pembeli yang terlibat dalam pasar renewable energy system certificate.

“Setiap renewable energy certificate yang dikeluarkan oleh sistem ini mencakup informasi spesifik mengenai atribut energi baru terbarukan yang diwakilinya,” tutup Nirita.

Kurangi Emisi Karbon, PLN Optimalkan Penggunaan Pembangkit EBT

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Raka Kisdiyatma