logo


Helmy Yahya: Menyamakan Liga Inggris dengan Jiwasraya Itu Ngawur!

Hemy Yahya membantah pernyataan Dewan Pengawas TVRI yang menyamakan Liga Inggris dengan kasus Jiwasraya

23 Januari 2020 03:00 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Dewan Pengawas TVRI menyatakan bahwa Helmy Yahya telah menjadi pemicu gagal bayar seperti yang terjadi pada kasus Jiwasraya. Karena alasan tersebutlah, Helmy Yahya akhirnya dipecat dari jabatannya sebagai Direktur Utama.

"Pernyataan Dewas Moko (anggota Dewan Pengawas TVRI Pamungkas Trishadiatmoko) bahwa menyamakan Liga Inggris dengan Jiwasraya itu ngawur!" tegas Helmy Yahya di Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Helmy Yahya membantah bahwa siaran Liga Inggris sama dengan kasus Jiwasraya. Jiwasraya merugikan negara hingga Rp 13 triliun, sedangkan siaran Liga Inggris yang dibeli TVRI nilainya tidak sebesar itu.


Karena Helmy Yahya, TVRI Punya Utang Rp 27 Miliar

"Ini kan cuma berapa miliar. Rp 20-an miliar lah," ujar Helmy Yahya.

Sebelumnya, Dewan Pengawas TVRI menyebut telah terjdi gagal bayar dengan adanya tagihan dari Global Media Visul (Mola TV) senilai Rp 27 miliar terkait siaran Liga Inggris.

"Itu bukan gagal bayar, melainkan tunda bayar. Itupun sudah dikomunikasikan dengan Mola TV. Mereka aja nggak keberatan kok," pungkasnya

DPR Bentuk Panja untuk Selesaikan Masalah Jiwasraya, Begini Tanggapan Istana

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati