logo


Yasonna Didemo, Jubir Wapres: Itu Keseleo Lidah Ya

Masduki yakin warga Priok akan memaafkan Yasonna

22 Januari 2020 20:30 WIB

Yasonna Laoli
Yasonna Laoli Kompas

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Warga Tanjung Priok melakukan demo di Kementerian Hukum dan HAM menuntut Menkum HAM Yasonna Laoly untuk meminta maaf atas ucapannya. Yasonna dinilai telah menyebut Tanjung Priok adalah daerah miskin, kumuh, dan kriminal.

Juru bicara Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi, meminta warga Tanjung Priok untuk memaafkan Yasonna.

"Pertama, saya kira kalau Wapres itu punya kecenderungan gimana, menghindari kegaduhan-kegaduhan. Jangan sampai persoalan-persoalan sepele itu kemudian menjadi gaduh," ucap Masduki kepada wartawan, Rabu (22/1).


Tak Terima dengan Pernyataan Yasonna, Warga Tanjung Priok Lakukan Aksi Damai 221

Masduki mengatakan bahwa Ma'ruf Amin adalah warga Priok yang sangat mencintai Tanjung Priok.

"Kedua, betul bahwa wapres adalah warga Tanjung Priok. Sudah lama di Priok, dan beliau saya kira sangat mencintai Priok. Karena ada beberapa kali kesempatan sebenarnya pindah dari Priok tapi beliau tetap memilih sebagai warga Priok. Jadi nggak salah pendemo itu menyatakan bahwa bapak Wapres warga Priok. Itu nggak salah," katanya.

Ia menyebut Yasonna tidak bermaksud untuk menyakiti hati warga Tanjung Priok. Masduki berharap masalah tersebut cepat selesai.

"Ketiga, saya kira perlu ada solusi di antara warga Priok untuk memberikan. Ya semacam tak terlalu keras begitulah untuk memberikan pernyataan kepada Pak Yasonna, begitu juga saya kira bapak Yasonna saya kira lebih pada keseleo lidah untuk menyampaikan sesuatu yang akhirnya membuat warga Priok merasa tak nyaman dan merasa tak enak," tuturnya.

Ia yakin warga Priok akan memaafkan Yasonna. Masduki ingin semua pihak mendinginkan suasana.

"Dan saya yakin warga Priok akan mengikuti bapaknya yang jadi wapres, untuk cenderung memaafkan terhadap hal-hal yang sebenarnya itu tak dimaksudkan untuk menyakiti, itu keseleo lidah ya. Saya kira ini untuk mendinginkan suasana. Menginginkan agar ada ketenangan dan tak gaduh," pungkasnya.

Muncul Kerajaan Fiktif, Ma'ruf Amin: Sifatnya Budaya

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata