logo


Antisipasi Serangan Amerika, Huawei Siapkan Rencana B

"Kami menghabiskan ratusan miliar untuk plan B. Itulah sebabnya kami bertahan pada serangan pertama," kata Ren Zhengfei, Bos Huawei.

22 Januari 2020 14:45 WIB

cnbc.com

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Bos Huawei, Ren Zhengfei, memprediksi pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan terus meningkatkan kampanye mereka melawan perusahaannya tahun 2020 ini. Namun, Ren Zengfei meyakini kampanye tersebut tidak akan berdampak signifikan terhadap bisnisnya.

"Tahun ini AS mungkin akan semakin meningkatkan kampanyenya melawan Huawei, tetapi saya merasa dampaknya ke bisnis Huawei tidak akan terlalu signifikan," kata Ren Zhengfei di World Economic Forum di Davos, Swiss seperti dilansir dari CNBC International, Rabu (22/1/2020).

Seperti diketahui, tahun 2019 lalu Departemen Perdagangan AS menyebut Huawei mengancam risiko keamanan karena perangkatnya bisa disalahgunakan oleh pemerintah China untuk kegiatan spionase atau mata-mata. Tuduhan tersebut berulang kali ditepis oleh Huawei.


Sukses dengan PUBG dan AoV, Tencent Games Segera Bikin Ponsel Gaming

"Tahun ini,2020, kami sudah mendapatkan pengalaman dari tahun lalu dan kami memiliki tim yang lebih kuat, saya pikir kami lebih percaya diri kami dapat bertahan dari serangan lanjutan AS," tambahnya.

Pelarangan tersebut membuat ponsel Huawei terbaru tidak lagi dapat menggunakan layanan Google. Namun, Huawei telah mempersiapkan diri dengan membuat rencana 'B' untuk tetap bertahan dalam bisnis smartphone.

"Jika kami merasa aman terhadap AS, kami tidak perlu membuat rencana cadangan ini. Karena kami tidak memiliki rasa aman itu, kami menghabiskan ratusan miliar untuk plan B. Itulah sebabnya kami bertahan pada serangan pertama," kata Ren Zhengfei.

Pendiri Huawei menambahkan bahwa AS "terlalu peduli" dengan perusahaannya.

Qualcomm Perkenalkan Snapdragon 720G, 662 dan 460

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia