logo


Luhut Sebut Indonesia Bakal Jadi Pemasok Baterai Lithium Terbesar di Dunia

"Kami dapat menjadi pemasok global baterai lithium terbesar untuk EV di seluruh dunia," ujar Luhut.

22 Januari 2020 14:30 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta perusahaan teknologi yang beroperasi di Indonesia untuk membantu pemerintah dalam menemukan solusi masalah di Indonesia.

"Penting juga bahwa perusahaan teknologi berkomitmen untuk berada di sini untuk jangka panjang, membangun untuk generasi masa depan, tidak hanya menghasilkan uang tetapi juga membantu Pemerintah menemukan solusi untuk masalah kita," ujar Luhut saat menghadiri World Economic Forum Annual Meeting di Davos, Swiss.

Luhut menyebut salah satu masalah di Indonesia khususnya di kota besar ialah polusi udara. Untuk itu, ia menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah fokus untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik, terlebih cadangan sumber daya alam di Indonesia sangat memadai untuk menjadi pemasok baterai lithium terbesar di dunia.


Perkuat Penjagaan Laut Indonesia, Luhut dan Prabowo Beli Kapal Perang Milik Denmark

"Inilah latar belakang mengapa Presiden kami memutuskan untuk fokus pada inisiatif seperti mengembangkan ekosistem Kendaraan Listrik di Indonesia. Kami memiliki cadangan nikel terbesar di dunia dan jika kami melakukan ini dengan benar, kami dapat menjadi pemasok global baterai lithium terbesar untuk EV di seluruh dunia," ujar Luhut.

"Indonesia ingin melompat sebagai pemain global untuk ekosistem EV dan bermitra dengan perusahaan teknologi yang tepat adalah salah satu cara kita dapat melakukan itu," ujar Luhut.

Akhir sambutan, Luhut menekankan bahwa Pemerintah Indonesia terbuka untuk bekerja dengan sektor swasta, dan percaya bahwa banyak negara lain mengambil pendekatan yang sama seperti ini.

Luhut juga menyebut saat ini Grab yang telah bermitra dengan Indonesia dalam pilot project kendaraan listrik (Electric Vehicle).

"Adalah kewajiban bagi para pemimpin sektor swasta dan industri teknologi seperti Grab untuk menunjukkan komitmen yang sama terhadap pembangunan masyarakat dan bangsa. Itu adalah cara terbaik bagi Pemerintah dan sektor swasta untuk bekerja sama, menggunakan teknologi untuk selamanya," ujar Luhut.

Kritik Pertemuan KPK dan Luhut, Rocky Gerung: Itu Tidak Layak Secara Etika

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia