logo


Helat "Indonesia Pavilion" di Swiss, Johnny G Plate Pamer Kopi dan Topi Asal NTT

Pemerintah RI berniat memamerkan kekayaan budaya daerah di mata dunia pada perhelatan Indonesia Pavilion

22 Januari 2020 10:45 WIB

Menkominfo Johnny G Plate dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia saat menggelar Indonesia Indonesia Pavilion" di Swiss 21-24 Januari 2020
Menkominfo Johnny G Plate dan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia saat menggelar Indonesia Indonesia Pavilion" di Swiss 21-24 Januari 2020 Dok. Kominfo

DAFOS, JITUNEWS.COM - Indonesia kembali membuka gelaran diplomasi ekonomi, country branding, sekaligus untuk membuka akses ke jaringan global. Tahun ini, Indonesia Pavilion diadakan di Davos, Swiss, pada 21-24 Januari 2020.

Bersamaan dengan acara World Economic Forum Annual Meeting, pagelaran yang diadakan Indonesia ini akan menyedot perhatian lebih dari 3000 kepala negara, pimpinan perusahaan global, pemimpin organisasi politik, penemu-penemu di bidang sains dan kebudayaan dari 90 negara termasuk 500-an jurnalis seluruh dunia akan hadir dalam forum tersebut.

Memanfaatkan perhelatan paling representatif di dunia yang menjadi ajang berkumpulnya pemimpin-pemimpin dunia dan perusahaan tersebut, delegasi Indonesia dipimpin oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menggandeng Kemenko Bidang Maritim dan Investasi, Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta didukung penuh Kementerian Luar Negeri mengadakan Indonesia Pavilion dengan tema "Unity in Diversity: Partner for Action".


Prihatin dengan Insiden Natuna, Jepang Siap Bantu Jaga Keamanan Laut Indonesia

“Dengan tema Unity in Diversity: Partner for Action di Indonesia Pavilion di WEF Davos yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan ini kita memasarkan potret dan profil kekinian Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin,” papar Menkominfo Johnny ketika meninjau persiapan paviliun tersebut pada Senin (21/01).

“Tidak saja berkutat dengan topik yang berat-berat terkait dengan substansi forum ekonomi dunia, namun paviliun ini juga menampilkan kesenian daerah dan pernak-pernik Indonesia. Ada topi rote dari wilayah paling selatan Indonesia. Ada kopi dari Nusa Tenggara Timur juga. Selama ini ‘kan NTT dikenal dengan savana dan stepa saja, namun ternyata dari ada juga kopi yang hebat, bahkan beberapa kali menjadi juara satu kontes di London, Jerman dan lain-lain,” sambungnya.

“Jadi, banyak sekali sumber daya, khususnya dalam bidang agrikultur, yang melibatkan begitu banyak rakyat yang terkenal di tingkat dunia. Nah kali ini isunya cocok juga dengan tema WEF kali ini, yaitu sustainable development goals. Di situlah partisipasi banyak masyarakat, seperti petani, nelayan, dan lain-lain, akan jadi perhatian,” lanjutnya.

Dihelat di Promenade 55, Davos Platz 7270 Indonesia Pavilion dibuka oleh para Menteri Republik Indonesia dan Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein, Muliaman Darmansyah Hadad, pada 21 Januari pukul 13.30 waktu setempat.

Acara akan dilanjutkan dengan sesi dialog pertama yang menampilkan Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan; Ketua BKPM, Bahlil Lahadalia; dengan moderator Dubes Muliaman Darmansyah Hadad dengan tema gambaran umum tentang ketahanan ekonomi Indonesia.

Tema- tema lain yang dikupas pada sesi-sesi khusus selanjutnya di Indonesia Pavilion antara lain tentang strategi perdagangan Indonesia, ekonomi digital, pariwisata dan ekonomi kreatif, dan smart city. Semua tema sesi tersebut dibalut dalam nuansa tema WEF 2020 yaitu “Stakeholders for a Cohesive and Sustainable World”.

Selain sesi-sesi diskusi, pada hari kedua juga diselenggarakan Indonesia Night yang merupakan kesempatan untuk menampilkan budaya, kuliner, dan kesenian Indonesia serta menjadi ajang untuk menjalin networking.

UEA Tanam Investasi Pembangunan PLTS Terbesar se-ASEAN, Bahlil: RI akan Percepat Perizinan

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman, Iskandar