logo


Myanmar Bantah Lakukan Genosida pada Etnis Rohingya

Mereka mengklaim tidak menemukan bukti adanya tindakan pembantaian atau genosida.

21 Januari 2020 14:15 WIB

Penderitaan Suku Rohingya di Rakhine, Myanmar.
Penderitaan Suku Rohingya di Rakhine, Myanmar.

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tim khusus bentukan pemerintah Myanmar untuk menelusuri dugaan terjadinya tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya (ICOE) menyatakan bahwa ada sejumlah prajurit Myanmar yang diduga hanya melakukan kejahatan perang. Mereka mengklaim tidak menemukan bukti adanya tindakan pembantaian atau genosida.

"Ada bukti yang tidak memadai untuk dan akhirnya kami simpulkan bahwa tidak terjadi kejahatan yang bertujuan untuk merusak, sebagian atau keseluruhan, sebuah bangsa, etnis, ras atau kelompok umat beragama tertentu," demikian isi pernyataan ICOE, seperti dilansir AFP melalui CNNIndonesia.com, Selasa (21/1).

Hasil temuan ICOE tersebut dibantah oleh Organisasi Rohingya Burma di Inggris (BROUK). Mereka menilai hal itu hanyalah akal-akalan pemerintah Myanmar untuk mencuci tangan atas tindakan kekejaman mereka atas muslim Rohingya.


Ini Curhatan Pengungsi Rohingya

"Penyelidikan dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Negara Bagian Rakhine oleh pemerintah Myanmar hanya upaya cuci tangan rezim junta Tatmadaw atas kekejaman mereka terhadap Rohingya," kata juru bicara BROUK, Tun Khin.

Perwakilan lembaga Human Rights Watch, Phil Robertson, memandang hal tersebut hanya upaya pemerintah Myanmar untuk mengkambing-hitamkan sejumlah tentaranya sehingga para komandan pasukan dan tokoh elit Myanmar tidak disalahkan.

"Metode penyelidikan yang dilakukan ICOE jauh dari keterbukaan," kata Robertson.

Bagaimana Nasib Para 'Sesepuh' di Asian Games 2018?

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia