logo


Muncul Fenomena Kerajaan Baru, Sultan Yogya Beri Komentar

Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dan mewaspadai terkait pihak-pihak yang mengaku keturunan kerajaan maupun mendirikan kerajaan baru.

21 Januari 2020 10:30 WIB

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X Flickr

YOGYAKARTA, JITUNEWS.COM - Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dan mewaspadai terkait pihak-pihak yang mengaku keturunan kerajaan maupun mendirikan kerajaan baru.

Hal itu ia sampaikan usai munculnya fenomena keraton dan kerajaan palsu di tengah masyarakat, termasuk Keraton Agung Sejagat (KAS) di wilayah Purworejo.

"Masyarakat hati-hatilah. Karena kalau sudah 'diiming-imingi', biasanya susah [menolak]," kata Sultan Keraton Yogyakarta tersebut kepada wartawan di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (20/1).


Ternyata Bendung Kamijoro Sudah Nge-Hits Duluan Sebelum Diresmikan Jokowi

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut menilai hal tersebut terjadi karena masyarakat Jawa, terutama di wilayah Yogyakarta cenderung sungkan untuk menolak tawaran meskipun berasal dari orang yang belum dikenal.

Diketahui, Toto Santoso dan Fanni Imanadia yang mengaku sebagai raja dan ratu kerajaan tersebut saat ini statusnya ditetapkan sebagai tersangka kasus kabar bohong dan diamankan oleh Polda Jawa Tengah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, R Kadarmanta Baskara Aji mengatakan bahwa saat ini pihaknya belum bisa menentukan jumlah masyarakat DIY yang menjadi pengikut Keraton Agung Sejagat lantaran hal itu terjadi di luar wilayah DIY.

"Kami mengimbau agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan iming-iming yang sebenarnya sangat irasional," katanya.

Ratu Keraton Agung Sejagat Ngaku Diperlakukan Tak Layak, Polisi Membantah, "Padahal Kita Kasih Makan Minum, Dia Sendiri yang Enggak Mau"

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia