logo


Rommahurmuziy Divonis 2 Tahun, PPP Akui Lega karena Ini

Sekjend PPP angkat bicara soal vonis persidangan Rommahurmuziy.

21 Januari 2020 09:12 WIB

Sekretaris Jendral Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani,
Sekretaris Jendral Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani, Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengaku lega setelah mantan Ketua Umum PPP Rommahurmuziy alias Romi divonis dua tahun penjara.

Hal ini dikarenakan pasal yang digunakan untuk memvonis Romi hanya terlibat dalam gratifikasi uang dan bukan menerima suap.

"Jika kesalahan Romi berdasarkan putusan pengadilan adalah menerima gratifikasi berupa uang, dan kemudian tidak menyerahkannya  kepada KPK dalam jangka waktu 30 hari sebagaimana yang ditentukan dalam Undang-Undang tersebut," ujar Arsul yang dikutip dari Okezone.com, Selasa (21/1/2020).


Watimpres: Banyak Kepala Daerah Korupsi Karena Ongkos Nyalon Mahal

Dengan begitu, kasus yang menimpa Romi bukan lah tindak pidana suap yang masuk ke dalam kategori gratifikasi.

"Bukan tidak pidana suap-menyuap. Sebab kalau yang dianggap terbukti itu adalah menerima suap, maka Pengadilan Tipikor Jakpus tentu akan memvonis Romi atas dasar Pasa  12 (b) bukan Pasal 11 UU Nomor 20 Tahun 2001," tambahnya.

"Ada sedikit kelegaan di kami karena ini lebih merupakan perkara gratifikasi yang tidak dilaporkan kepada KPK dalam waktu 30 hari, dari pada soal suap yang digembar-gemborkan di ruang publik dan media," tukasnya.

Disebut Partai Terkorup, Novel Bamukmin Minta PDIP Dibubarkan

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati