logo


7 Dosa Mematikan Jadi Strategi Perkembangan Bisnis E-Commerce

Simak ulasan selengkapnya

20 Januari 2020 17:59 WIB

7 Dosa Mematikan, peranannya dalam perkembangan e-commerce saat ini serta strategi memulai/ mengembangkan bisnis anda dengan memanfaatkan hal tersebut
7 Dosa Mematikan, peranannya dalam perkembangan e-commerce saat ini serta strategi memulai/ mengembangkan bisnis anda dengan memanfaatkan hal tersebut
dibaca 670 x

Mungkin sebagian besar orang menganggap 7 dosa mematikan (7 deadly sins) atau 7 dosa pokok (7 capital sins) adalah hal yang sangat buruk dan dihindari.

Sebenarnya, apa itu 7 dosa mematikan?

Dalam tradisi kristen, 7 dosa mematikan adalah merupakan dosa-dosa yang “utama” karena merupakan cikal bakal dosa-dosa lainnya yang bisa dilakukan manusia. Dosa-dosa itu antara lain kesombongan (pride), iri hati (envy), kemarahan (anger), ketamakan (greed), hawa nafsu (lust), rakus (gluttony), dan kemalasan (sloth).


Mau Pekerjaan Yang Tidak Terikat Waktu? atau Hanya Untuk Menambah Penghasilan? Berikut 5 Jenis Freelance Yang Boleh Dicoba!

Lalu apa hubungannya 7 dosa mematikan tersebut dengan perkembangan e-commerce saat ini?

Saat ini e-commerce sangatlah berkembang pesat sejak kemunculan pertamanya dalam dunia jual-beli hingga sekarang banyak sekali platform-platform yang dapat menjadi pilihan tempat transaksi yang kita inginkan. Menurut penulis, hal tersebut tidak terlepas dari 7 dosa mematikan tersebut. Mengapa demikian? Mari kita bahas satu per satu.

1.      Kesombongan (Pride)

Apa hubungan kesombongan (pride) dengan perkembangan e-commerce saat ini? Dapat kita asumsikan bahwa sifat sombong pada dasarnya sudah ada dalam diri manusia dalam alam bawah sadarnya. Secara langsung maupun tidak langsung seseorang akan menunjukkan sifat sombong ke orang lainnya. Hal tersebut dapat membantu perkembangan e-commerce secara pesat. Contoh sederhana, jika ada suatu produk terbaru yang belum bisa didapatkan di negara anda tetapi anda sudah bisa memilikinya terlebih dahulu maka secara tidak sadar anda akan memiliki kebanggaan atas hal tersebut. Contoh lain, jika ada produk yang terbatas penjualannya dan anda dapat memilikinya, bagaimana perasaan anda?

Dalam kasus ini, kesombongan memegang peranan dalam perkembangan e-commerce, karena dengan platform-platform e-commerce anda dapat memiliki hal-hal atau produk-produk yang belum atau bahkan tidak dimiliki orang lain. Rasa sombong atau bangga yang dapat membuat seseorang berlomba-lomba untuk menikmati rasa sombong dan dengan bantuan e-commerce, seseorang dapat menikmati rasa sombong.

2.      Iri hati (Envy)

Berbanding lurus dengan kesombongan, iri hati (envy) akan timbul dengan sendirinya dari diri seseorang ketika ia melihat atau mendengar tentang apa yang dimiliki orang lain yang dirinya tidak memilikinya. Contoh sederhananya, ketika anak kecil melihat temannya dibelikan mainan oleh orang tuanya, maka akan timbul rasa iri dan ingin memiliki mainan yang sama atau bahkan lebih bagus dari mainan yang dimiliki temannya tersebut. Rasa iri ini mungkin sering kita rasakan dari kecil dan mungkin secara tidak sadar kita memilikinya.

Hal tersebut dapat menjadi motor pendorong perkembangan e-commerce karena dengan adanya platform-platform e-commerce yang menyediakan hal-hal yang kita butuhkan untuk memuaskan rasa iri hati atas hal-hal maupun produk-produk yang kita belum miliki tetapi sudah dimiliki oleh orang lain.

3.      Kemarahan (Anger)

Kemarahan (Anger) dalam 7 dosa mematikan memaksudkan pada kemurkaan ingin membalas dendam. Tapi dalam tulisan ini, penulis memaksudkan kemarahan pada sifat naluriah yang dimiliki seseorang yang akan timbul ketika ada sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginannya. Kemarahan seseorang dapat berbeda dengan orang-orang lainnya, ada yang menunjukkannya secara terang-terangan ada pula yang hanya memendamnya untuk dirinya sendiri. Lalu, apa hubungannya kemarahan dengan perkembangan e-commerce?

Pernahkah anda merasakan marah ketika anda mencari barang yang anda sangat butuhkan saat itu tetapi tak dapat menemukannya di toko atau tempat penjualan lain disekitar anda? Atau pernahkah anda merasakan marah ketika ingin membeli suatu produk di toko sekitar anda tapi harga produk tersebut diluar budget yang anda miliki yang akhirnya anda tidak jadi membelinya dan hanya mendapatkan rasa lelah mencari produk tersebut?

Hal tersebut merupakan satu dari sekian banyak alasan tentang kemarahan yang dapat menjadi bahan bakar perkembangan e-commerce saat ini. Dengan adanya e-commerce anda dapat mengatasi rasa marah anda dengan mendapatkan produk yang anda sangat butuhkan atau yang anda inginkan dengan lebih mudah. Juga, dari beberapa teman penulis, mereka memiliki satu cara yang menurut penulis tidak hanya satu dua orang yang melakukannya, yaitu dengan belanja dengan menggunakan e-commerce. Hal tersebut, menurut beberapa sumber penulis, dapat menekan rasa marah mereka bahkan hingga menghilangkan rasa marah tersebut.

Micro-Influencer, Strategi Pemasaran yang Efektif

Halaman: 
Admin : Raka Kisdiyatma