logo


Adian Napitupulu Minta LPSK Lindungi Harun Masiku, MAKI: Sesat!

Simak ulasan selengkapnya

20 Januari 2020 18:15 WIB

Politisi PDIP Adian Napitupulu.
Politisi PDIP Adian Napitupulu. Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Koordinator Masyaakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menyoroti pernyataan Anggota DPR RI dari PDIP, Adian Napitupulu DPR yang meminta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk melindungi Harun Masiku.

Boyamin menegaskan bahwa LPSK tidak bisa melindungi Harun Masiku, pasalnya di dalam ketentuan UU No.31 tahun 2014 tentang LPSK yang dibuat DPR bersama pemerintah dengan tegas menyatakan tidak bisa lindungi pelaku utama.

“Nah Harun Masiku diduga penyuap, jelas dia dikategorikan pelaku utama dan tidak mungkin bisa dilindungi LPSK,” ujar Boyamin di Jakarta, Senin (20/1/2020).


Subsidi Gas Melon Dicabut, Fadli Zon Sindir Pemerintah, "Cuma Naikan Harga Doang Itu Gak Usah Pakai Otak"

Dalam hal ini, Boyamin berpendapat seharusnya Adian Napitupulu mendukung KPK menuntaskan dugaan korupsi suap oknum KPU Wahyu Setiawan dan bukan malah merecoki dengan sesuatu yang politis dengan membuat bias perkara hukum dalam bentuk upaya membenturkan KPK dengan LPSK.

“Adian Napitupulu sebagai anggota DPR telah memelihara sesat tidak bisa diterima nalar dan tidak menunjukkan sikap sebagai wakil rakyat,” tuturnya.

Selain itu, kata dia, Adian Napitupulu semestinya mendorong Harun Masiku untuk menyerahkan diri ke KPK sekaligus untuk membela diri didepan hukum jika merasa tidak bersalah.

“Adian Napitupulu harus mampu meyakinkan Harun Masiku bahwa hukum adalah sarana keadilan, apalagi Harun Masiku adalah anak seorang Hakim, maka harus beri contoh percaya dengan sistem hukum kita,” pungkas Boyamin.

PKS Kritik Kegiatan Prabowo Sebagai Menhan, Begini Pembelaan Fadli Zon

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Raka Kisdiyatma