logo


Tahun 2020, Ajinomoto Foundation Kembali Tawarkan Beasiswa Kuliah S2 di Jepang, Ini Syaratnya

Ajinomoto Foundation tahun 2020 kembali memberikan beasiswa program pasca sarjana kepada mahasiswa/i Indonesia

20 Januari 2020 15:00 WIB

Setiap tahun Ajinomoto mengirimkan mahasiswa/i Indonesia untuk kuliah S2 di salah satu Universitas pilihan di Jepang
Setiap tahun Ajinomoto mengirimkan mahasiswa/i Indonesia untuk kuliah S2 di salah satu Universitas pilihan di Jepang Ajinomoto

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ajinomoto Indonesia melalui Ajinomoto Foundation kembali memberikan beasiswa program pasca sarjana pada tahun 2020 ini. Beasiswa tersebut ditujukan kepada mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi di 7 Universitas pilihan yang ada di Jepang.

Universitas yang bisa dipilih yaitu Tokyo University, Kyoto University, Ochanomizu University, Kagawa Nutrition University, Nagoya University, Waseda University, & Tokyo Institute of Technology.

Tawaran menarik dari perusahaan Jepang yang memproduksi bumbu masak dan produk makanan ini berupa beasiswa Program Master (S2) untuk bidang Ilmu Gizi & Teknologi Pangan.


Jokowi Diminta Larang Anak Ikut Bimbel, Pengamat Pendidikan: Guru-Guru Tidak Bekerja Maksimal

Ajinomoto Foundation setiap tahunnya memberikan beasiswa ini kepada 1 orang mahasiswa Indonesia dengan program Ajinomoto Post-Graduate Scholarship. Program yang dilaksanakan sejak tahun 2010 ini merupakan Program Beasiswa Penuh, dengan rincian: tunjangan per bulan sejumlah 150.000 yen, ditambah tanggungan penuh biaya perkuliahan (tuition fees), admission, full examination, serta tiket pesawat ke Jepang.

Syaratnya, calon penerima beasiswa harus memiliki tekad yang kuat untuk melanjutkan studi Master pada bidang Science (Ilmu Gizi & Teknologi Pangan) dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,5. Usia maksimal 35 tahun, dan tertarik untuk mempelajari kebudayaan dan bahasa Jepang. Calon penerima beasiswa juga harus memiliki kondisi fisik dan mental yang kuat dan sehat, serta punya motivasi yang tinggi untuk belajar.

Salah seorang penerima program Beasiswa Ajinomoto tahun sebelumnya adalah Akrim Said (26). Pria asal Makassar, Sulawesi Selatan itu merupakan Sarjana Ilmu Gizi lulusan Institut Pertanian Bogor.

Saat ini, Akrim mengambil Program Master (S2) di Graduate School of Nutrition Sciences, Kagawa University, di bawah bimbingan Host Professor Yukari Takemi. Memulai program sejak April 2019, Akrim diperkirakan akan menyabet gelar Master of Science (M.Sc) pada April 2022.

"Saya sangat bersyukur terpilih menjadi salah satu penerima beasiswa Ajinomoto, yang menurut saya seleksinya cukup ketat," ujar Akrim.

Selama seleksi, menurut Akrim, Ajinomoto Indonesia sangat profesional menyediakan akomodasi bagi semua peserta seleksi yang berasal dari beragam daerah di Indonesia.

"Beasiswa ini tidak mengikat kami untuk bekerja di mana nantinya setelah lulus. Ini adalah salah satu bentuk kontribusi sosial dari Ajinomoto. Pilihan kampusnya pun merupakan kampus-kampus terbaik di Jepang," ucap Akrim.

"Saya berterimakasih kepada Pihak Ajinomoto Foundation di Jepang dan juga Ajinomoto Indonesia, yang telah membantu dan terus membimbing saya hingga saat ini," sambungnya. Program bimbingan yang diberikan antara lain bimbingan penyampaian progress report penelitian setiap tahunnya.

“Program beasiswa dari Ajinomoto Foundation ini telah menjadi salah satu fase terpenting dalam hidup saya. Saya berharap program beasiswa ini terus dilanjutkan untuk mendukung cita-cita para anak bangsa melanjutkan studi di Negeri Sakura, demi menimba ilmu untuk kemajuan bangsa Indonesia,” tuntas Akrim.

Seperti diketahui, PT. Ajinomoto Indonesia merupakan produsen bumbu penyedap makanan terkemuka yang telah mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia dengan produk-produk berkualitas tinggi dan menghadirkan kelezatan di setiap masakan konsumennya. Dengan slogan globalnya ‘Eat Well, Live Well, di usia 50 tahun, PT Ajinomoto Indonesia telah mencetak pencapaian luar biasa yang menandakan kekuatan dan ketangguhan sebuah perusahaan yang dapat memberikan kontribusi besar bagi masyarakat Indonesia.

UN Diganti, Anggaran Bisa Dialokasikan ke Infrastruktur Pendidikan

Halaman: 
Penulis : Meiliyah