logo


PDIP Tegaskan Harun Masiku Bukan Tersangka Kasus Suap Tapi Korban

PDIP mengomentari posisi Harun Masiku dalam kasus suap Komisoner KPU Wahyu Setiawan

20 Januari 2020 05:50 WIB

Politisi PDIP Adian Napitupulu.
Politisi PDIP Adian Napitupulu. Jitunews/Johdan A.A.P

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu menilai Harun Masiku bukanlah tersangka dalam kasus suap yang melibatkan Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Harun Masiku adalah korban yang diiming-imingi jabatan, oleh sebab itu menurutnya Harun Masiku layak mendapat perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

"Boleh enggak dia datang ke LPSK minta perlindungan? Kalau menurut saya harusnya dilindungi. Kenapa, butuh kepastian. Dia nih siapa, posisinya sebagai apa," ujar Adian dalam diskusi 'Ada Apa di Balik Kasus Wahyu?' di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (19/1/2020).

Menurut Adian, Harun Masiku saat itu sedang memperjuangkan haknya sebagai caleg PDIP. Namun di saat yang sama ia ditawari Komisioner KPU Wahyu Setiawan untuk membayar agar memperoleh haknya.


Kritik Jokowi, Haris Azhar: Presiden Pun Sudah Tidak Tahu Mana Batas Pejabat Publik

"Karena dalam kapasitas hukum Harun merasa benar, dia bayarlah itu. Jadi dia korban atau pelaku? Korban. Dia berusaha mendapatkan haknya. Karena KPU memutuskan hal yang berbeda dengan putusan MA," ujarnya.

Adian menjelaskan bahwa kasus ini bermula dari meninggalnya caleg terpilih PDIP di Sumatera Selatan I, Nazarudin Kemas. PDIP mengajukan nama Harun Masiku untuk menjadi penggantinya. Harun sudah mendapat persetujuan dari Mahkamah Agung namun ditolak oleh KPU.

Bela Yasonna Terkait Kasus Suap Komisoner KPU, PDIP: Enggak Mungkin Diintervensi

Halaman: 
Penulis : Trisna Susilowati