logo


Ketua OJK Bakal Reformasi Industri Asuransi

OJK akan melakukan reformasi pada asuransi, lembaga pembiayaan, dan dana pensiun

19 Januari 2020 21:33 WIB

Wimboh Santoso
Wimboh Santoso Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, mengatakan bahwa industri jasa keuangan lembaga non bank belum dilakukan reformasi. Maka dari itu, pihaknya akan melakukan reformasi pada asuransi, lembaga pembiayaan, dan dana pensiun.

"Lembaga non bank ini sama sekali belum disentuh reformasi. Ke depan, semua lembaga keuangan non bank harus punya kebijakan risk management, risk appetite-nya harus jelas," kata Wimboh seperti dilansir dari Detik.com, Minggu (19/1).

Wimboh mengatakan bahwa manajemen risiko antara lain harus mengatur pedoman operasi yang jelas, risiko yang mungkin terjadi, cara menghitungnya, siapa yang bertanggung jawab, instrumen mana yang boleh dan tidak, serta permodalan dan ekosistem keuangannya.


Presiden Jokowi Hadiri Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan

"Itu harus dilaporkan kepada stakeholder (pemilik), otoritas, dan masyarakat," imbuhnya.

Nantinya, pihaknya akan mendapatkan informasi yang akurat terkait potensi risiko dan bisa memberikan saran serta arahan yang jelas. Tahap selanjutnya adalah membentuk Lembaga Penjaminan Polis.

Wimboh khawatir jika dilakukan terburu-buru tanpa persiapan bisa membuat penjaminan polisnya tidak efektif.

"Jadi semua ini dibetulin dulu baru ini (lembaga penjaminan polis) di-on-kan," ujar Guru Besar Manajemen Risiko di Universitas Negeri Sebelas Maret itu.

Wimboh juga menyoroti mengenai pembenahan ekosistem di pasar modal agar transaksi tidak terlalu banyak dilakukan Over The Counter tapi semuanya di-settlement melalui CCP (Central Counterparty Kliring).

Market maker juga akan diarahkan supaya lebih ramping dan kuat agar bisa mendukung transaksi di pasar dengan harga yang objektif.

"Sekarang ini terlalu banyak dan kecil kecil. Kita sulit untuk meyakini price yang dibuat ini adalah sesuai dengan kaidah yang ada," ujarnya.

Ia juga menegur kinerja sektor perbankan nasional yang telah direformasi pada 2000-2005. Menurutnya, setelah 20 tahun kiprah perbankan nasional belum sebesar perbankan negara lain di ASEAN.

"Lah kok sudah 20 tahun ini belum menjadi kaliber Liga Utama, ini ada apa?," ujarnya.

Jokowi Sebut Undang-undang OJK Bisa Saja Direvisi

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex