logo


Terbitkan Novel, Jurnalis Tulis Kisah Nyata Buramnya Penegakan Hukum di Indonesia

Novelnya adalah sebuah perlawanan dan perjuangan aparat penegak hukum yang dikriminalisasi

19 Januari 2020 10:33 WIB

Agus Dwi Prasetyo meluncurkan novel dengan judul \'Titik Dalam Kurung\' di Gedung REQ Space, Jalan Raya Pos Pengumben, Jakarta Barat, Sabtu (18/1/2020).
Agus Dwi Prasetyo meluncurkan novel dengan judul 'Titik Dalam Kurung' di Gedung REQ Space, Jalan Raya Pos Pengumben, Jakarta Barat, Sabtu (18/1/2020). Jitunews/Khairul Anwar

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Novel dengan judul 'Titik Dalam Kurung' resmi diluncurkan dengan penerbit REQ BOOK. Novel yang ditulis oleh Jurnalis Agus Dwi Prasetyo itu terinspirasi dari kisah nyata terkait potret buram hukum penegakan hukum di Indonesia dan kriminalisasi jaksa Chuck Suryosumpeno.

Sejarawan JJ Rizal, menyebutkan novel ini sebagai salah satu karya yang memiliki realisme yang kuat dan mengingatkan pembacanya bahwa ‘menjadi orang baik itu sejatinya rumit’ di dalam sebuah institusi yang bobrok dan korup.

“Apa yang dikisahkan penulis menjadi perwakilan atas semua kejadian di masa lalu (kriminalisasi),” kata JJ Rizal di Gedung REQ Space, Jalan Raya Pos Pengumben, Jakarta Barat, Sabtu (18/1/2020).


Soal Kasus Chuck Suryosumpeno, Pengamat: Sudah Selesai, Karena Sudah Diputuskan di PTUN

Dia menambahkan bahwa buku ini juga seperti kontinuitas dari masa lalu, saat problem penegakan hukum tak menemukan solusi.

JJ Rizal menyebut novel karya Agus Dwi Prasetyo ini bisa mendapat tempat di mata masyarakat karena di sana kita bisa temukan kebenaran yang lebih jelas, ketimbang data-data yang diproduksi oleh instansi atau produk kekuasaan. Bahkan, mengamati alur penulisannya dan detil informasi yang disampaikan oleh penulis, novel ini dapat disetarakan dengan ‘Bumi Perminus’ karya Ramadhan KH.

"Jadi penulis bisa dikatakan melakukan apa yang disarankan oleh Seno Gumira, bahwa ruang jurnalistik tak cukup untuk mengungkapkan kebenaran. Jurnalistik diproduksi oleh otak, tapi sastra dari hati nurani. Nah, soal hati nurani ini yang jarang kita ditemui dalam jurnalisme," ujarnya.

Pengajuan Banding Chuck Suryosumpeno Ditolak, Pengacara: Majelis Hakim Masih Bisa Keliru

Halaman: 
Penulis : Khairul Anwar, Aurora Denata