logo


Serikat Buruh Akan Mogok Kerja, Moeldoko: Perlu Dipertimbangkan

Serikat buruh akan menggelar aksi demo menolak omnibus law di DPR RI lusa

19 Januari 2020 04:30 WIB

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, menanggapi soal rencana serikat buruh utnuk menggelar aksi mogok kerja menolak omnibus law Cipta Lapangan Kerja di DPR. Moeldoko menyebut aksi mogok tersebut perlu dipertimbangkan.

"Kalau semua berpikir positif, mungkin perlu dipertimbangkan," ujar Moeldoko di gedung YTKI, Jakarta Selatan, Sabtu (18/1).

Ia menyebut bahwa masalah tersebut telah ditangani oleh Menko Perekonomian. Moeldoko mengatakan bahwa KSP telah berbicara dengan serikat pekerja karena ingin mendapatkan masukan.


Laporkan Massa Pro-Anies, Dewi Tanjung Ngaku Dimaki dan Dilempari

"Ada yang menangani itu, Menko Ekonomi. Kemarin KSP sudah bicara dengan teman-teman asosiasi, perserikatan para pekerja, kita ingin mendapatkan masukan, atau pemerintah ingin mendapatkan masukan dari berbagai pihak," kata Moeldoko.

"Untuk mendapatkan formula yang seimbang, keseimbangan yang dinamis. Satu sisi harus memperhatikan aspirasi para pekerja, para buruh. Di sisi lain pemerintah juga memperhatikan-mengakomodasi berbagai kesulitan yang dilakukan para pengusaha. Ini akan ketemu titik keseimbangan baru yang semakin baik ke depan," jelas Moeldoko.

Seperti diketahui, serikat buruh akan menggelar aksi demo menolak omnibus law di DPR RI lusa. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyebut ada 30 ribu buruh yang bakal ikut aksi ini.

"Sekitar 30 ribu massa hari Senin, 20 Januari 2020, jam 10.00 WIB, kami akan bergerak menuju gedung DPR RI," ujar Ketua Harian KSPI Muhammad Rusdi dalam konferensi pers di gedung LBH, Jakarta Pusat, Sabtu (18/1).

Sesalkan Kisruh TVRI, DPR: Tidak Elok Libatkan Karyawan

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata