logo


PDIP Lepas Tangan Soal Harun Masiku, KPK Bakal Tempuh Jalur Diplomatik

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri menyatakan pihaknya akan menempuh jalur diplomatik dalam meringkus tersangka dugaan suap Pergantian Antarwaktu (PAW) PDI Perjuangan, Harun Masiku.

18 Januari 2020 07:30 WIB

Ketua KPK Firli Bahuri
Ketua KPK Firli Bahuri Dok. Jitunews/Khairul

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri menyatakan pihaknya akan menempuh jalur diplomatik dalam meringkus tersangka dugaan suap Pergantian Antarwaktu (PAW) PDI Perjuangan, Harun Masiku. Diketahui, politikus PDI Perjuangan tersebut telah meninggalkan Indonesia sejak 6 Januari 2020 lalu.

"Pengalaman selama ini, ada yang kabur ke luar negeri itu pasti balik, karena koruptor berbeda dengan pembunuhan yang siap tidur di hutan," kata Firli dalam jumpa pers di Kantor KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (17/1).

"Kalau korupsi, berapa uang yang dibawa akan kembali ke Indonesia, tinggal kita meminta bantuan ke penegak hukum karena mereka punya jejaring. Kita juga meminta bantuan dengan jalur diplomatik untuk mencari keberadaan tersangka," imbuhnya.


Tak Terima dengan Pemberitaan Media, PDIP: Kami Dirugikan Kami Dipojokkan

Direktorat Jenderal Imigrasi mencatat Harun bertolak ke Singapura pada 6 Januari 2019 atau dua hari sebelum KPK membongkar kasus suap yang melibatkan dirinya usai melakukan OTT terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Hingga kini, keberadaan Harun masih belum diketahui.

Harun diduga memberi suap kepada Wahyu untuk melancarkan langkahnya menjadi anggota legislatif menggantikan kader lain dari PDIP, Nazarudin Kiemas, yang meninggal dunia.

Sementara itu, Tim Hukum PDIP menegaskan Partainya berlepas tangan dalam kasus suap Harun Masiku tersebut.

"Enggak akan ikut campur dan silakan itu personal masing-masing karena setiap subjek hukum harus tanggung jawab atas hukum itu," kata Wayan saat ditemui usai pertemuan di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (16/1).

Disebut Partai Terkorup, Novel Bamukmin Minta PDIP Dibubarkan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia