logo


Dinilai Terlalu Monoton, Nadiem Makarim Ingin Sinetron Tak Hanya Mikir Rating

Mendikbud Nadiem Makarim menilai sinetron saat ini telah berkembang cukup pesat. Oleh karenanya, Nadiem menyarankan agar jalan ceritanya dapat diramu sedemikian rupa hingga menambah daya pikir penonton.

17 Januari 2020 20:45 WIB

Nadiem Makarim
Nadiem Makarim Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Makarim menilai sinetron saat ini telah berkembang cukup pesat. Oleh karenanya, Nadiem menyarankan agar jalan ceritanya dapat diramu sedemikian rupa hingga menambah daya pikir penonton, tidak hanya mementingkan rating semata.

"Alangkah baiknya, sinetron ini bisa memberikan norma-norma dan azas yang memaksa penontonnya untuk berpikir. Setidaknya buat para penonton bertanya-tanya dan meningkatkan curiosity [rasa ingin tahu]," ujarnya.

Ia menilai formulasi cerita sinetron di Indonesia terlalu monoton dan sangat dangkal.


Usai Bebas, Ahmad Dhani Akan Produksi Film Layaknya Bohemian Rhapsody

"Sekarang ceritanya [sinetron] begitu-begitu saja, dan inspirasinya basic sekali. Ada orang kaya dan miskin, jatuh cinta, dicurangi, dan lain-lain. Tapi, memang itu bukan di bawah kontrol saya. Karena itu tergantung demand-supply," kata Nadiem melanjutkan.

Nadiem Makarim juga menilai film memiliki potensi besar, maka saat ini pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tengah menggandeng Netflix untuk menonjolkan budaya Indonesia melalui film.

"Film potensinya besar. Tetapi mana channel vertikal yang bisa menonjolkan kehebatan kreativitas di dunia? Paling terbatas. Gimana caranya distribusi film Indonesia sejauh mungkin? Ya, Netflix?" ujarnya.

Dapat Investasi Netflix 1 Juta Dollar, Nadiem Makarim Tuai Kontroversi

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia