logo


Ingin Terapkan Pengelolaan Cerdas Sumber Daya Air, Ini 5 Strategi Pokok Kementerian PUPR

Pengelolaan Cerdas Sumber Daya Air atau Smart Water Management (SWM)

17 Januari 2020 14:14 WIB

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono kemen PUPR

BANDUNG, JITUNEWS.COM - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, Indonesia saat ini telah menerapkan Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) Terpadu atau Integrated Water Resources Management (IWRM).

Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi, pengelolaan SDA dapat memanfaatkan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sehingga menghasilkan kualitas pengelolaan yang lebih tinggi, yang dikenal sebagai Pengelolaan Cerdas Sumber Daya Air atau Smart Water Management (SWM).

"SWM adalah optimasi penggunaan TIK yang memungkinkan kita menyediakan data real-time otomatik kondisi sumber daya air dan lingkungan, serta prakiraan kondisi cuaca dan iklim untuk digunakan dalam menyelesaikan tantangan-tantangan terkait pengelolaan sumber daya air yang telah dilakukan berdasarkan Pengelolaan SDA Terpadu. SWM dapat digunakan mulai dari tahapan perencanaan hingga operasional, mulai dari penggunaan sehari-hari hingga pengaturan dan menunjang pengambilan kebijakan pada berbagai tingkatan pengelolaan, lintas kelompok pengguna sumber daya air dan lintas wilayah," kata Basuki dalam orasi ilmiahnya pada sidang terbuka Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa di ITB, Kamis (16/1/2020).


Tingkatkan Pariwisata Bali Utara Kementerian PUPR Lanjutkan Pembangunan Jalan Pintas Mengwitani-Singaraja

Basuki juga menyebutkan SWM dapat memungkinkan pemerintah, industri, pemerhati dan pengguna mengintegrasikan prinsip-prinsip IWRM ke dalam strategi perkotaan, regional, dan nasional.

"Potensi penerapan SWM dalam pengelolaan sumber daya air sangat luas, antara lain mencakup pengelolaan kuantitas, kualitas, efisiensi penggunaan air irigasi, pemantauan keamanan infrastruktur sumber daya air, penanganan resiko bencana alam terkait air, dan kekeringan," ujarnya.

Penerapan SWM, menurut Basuki, bisa mengintegrasikan pengelolaan seluruh potensi wilayah sungai dan menjaga kelestarian lingkungan dengan lebih berkualitas guna menunjang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Maju.

"Untuk itu, tantangan berikutnya adalah bagaimana memastikan bahwa konsep IWRM, SWM dan target-target yang telah ditetapkan dapat dicapai sesuai dengan waktu dan sumber daya yang tersedia," tutur dia.

Terkait hal itu, Basuki mengatakan Kementerian PUPR telah menerapkan 5 strategi pokok dalam memastikan penerapan konsep pengelolaan cerdas SDA. "Strategi pertama yakni penyusunan program-program kegiatan yang tersistem (sistemik), dengan baik dan fokus, mulai dari Survey, Investigation, Design, Land Acquisition, Construction, Operation and Maintenance (SIDLACOM), dan juga memastikan agar semua infrastruktur yang dibangun bisa berfungsi dengan baik dan memberikan outcome yang diharapkan," terangnya.

Basuki mencontohkan sistem pengendalian banjir yang mana pengendaliannya tidak hanya ditekankan di bagian badan sungai, namun juga harus menyangkut pengendalian air limpasan dan laju erosi di Daerah Aliran Sungai, pengendalian debit di masing-masing anak sungai dan sungai utama, serta pengendalian di bagian hilir sungai, hingga muara.

"Penerapan sistem pemrograman ini bisa kita lihat pada pengendalian banjir Sungai Citarum," jelasnya.

Strategi kedua, lanjut Basuki, yakni pengambilan keputusan yang cepat dan berani mengambil risiko. Pengambilan keputusan cepat bisa dicontoh dari bagaimana Eks Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengambil keputusan dalam pembangunan Banjir Kanal Timur (BKT). Keputusan ini diambil sesaat setelah JK melakukan peninjauan lapangan melalui helikopter terhadap dampak banjir besar yang melanda DKI pada tahun 2007.

Strategi ketiga adalah pelaksanaan yang didukung oleh Team Work yang solid dan irama kerja Rock and Roll. Artinya, pekerjaan harus berjalan 24 jam yang dibagi dalam tiga shift, dan tujuh hari dalam satu minggu. Hal itu dilakukan untuk menjaga agar semua tim tetap bersemangat.

"Saya dan seluruh jajaran Kementerian PUPR secara bergantian memeriksa dan mengawal pekerjaan di lapangan hingga tengah malam, bahkan pagi hari," ujar Basuki.

"Terkait dengan pelaksanaan ini, Kementerian PUPR mendapat suntikan semangat langsung dari Presiden Jokowi. Rule of thumb yang dipakai adalah jika Bapak Presiden melakukan kunjungan lapangan satu kali, maka Menteri PUPR minimum melakukan pemeriksaan lapangan harus dua kali. Selanjutnya, Dirjen terkait harus melakukan pemeriksaan dan pengawasan lapangan, melakukan evaluasi progres dan memecahkan masalah langsung di lapangan, minimum empat kali," lanjut dia.

Strategi keempat adalah pengawasan yang detail dan konsisten. Meski setiap kegiatan pembangunan sudah melibatkan Konsultan Pengawas, Menteri hingga Pejabat Pembuat Komitmen tetap harus melakukan pengawasan internal terhadap kemajuan pekerjaan, kesesuaian desain dan penyelesaian permasalahan. Pengawasan dilakukan untuk memastikan bahwa semua penyedia jasa yang terlibat, antara lain kontraktor dan sub-kontraktor bekerja sesuai dengan yang digariskan (desain, mutu, dan waktu penyelesaian).

"Maka kami harus memeriksa hingga ke unit yang terkecil untuk mempercepat waktu pelaksanaan dan mencapai mutu pekerjaan yang tinggi," tukas Basuki.

Terakhir, Strategi kelima menurut Basuki, adalah memastikan dan menjamin infrastruktur yang dibangun di Indonesia didesain, dibangun, dioperasikan dan dipelihara sesuai standar-standar yang berlaku. Seperti diketahui, sebelum tahun 2015, Kementerian PUPR telah memiliki Komisi Keamanan Bendungan Besar yang anggota-anggotanya wakil-wakil praktisi, wakil Kementerian PUPR, dan ahli-ahli terkait.

Dengan tujuan yang hampir sama, sejak tahun 2015, Kementerian PUPR telah membentuk beberapa Komisi/Komite yakni Komisi Keamanan Jembatan Panjang dan Terowongan Jalan, Komite Keselamatan Konstruksi, dan Komite Keselamatan Bangunan Gedung.

Permudah Akses Wisatawan, PUPR Lanjutkan Pembangunan Jalur Lingkar Raja Ampat

Halaman: 
Penulis : Meiliyah