logo


Hapus Subsisdi Gas Melon, Ahok: Untuk Orang yang Enggak Mampu

“Kami akan ikut rapat di Cawang. Yang jelas, kita enggak mau lagi orang yang enggak berhak, dapat, dan yang berhak malah enggak dapat,” tegas Ahok.

17 Januari 2020 07:15 WIB

Tempo.co

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama menyebut rencana pencabutan subsidi untuk LPG 3 kg pada pertengahan tahun ini dilakukan untuk memastikan hanya orang miskin yang berhak menerima. Untuk itu, pihaknya telah menggandeng Kementerian Sosial terkait dengan pendataannya.

“Kami akan ikut rapat di Cawang. Yang jelas, kita enggak mau lagi orang yang enggak berhak, dapat, dan yang berhak malah enggak dapat,” tegas pria yang akrab disapa Ahok usai menggelar rapat tertutup dengan Menteri Sosial Juliari Batubara, Kamis (16/1) kemarin.

Ahok yakin hal tersebut dapat terwujud karena data yang dimiliki oleh Kementerian Sosial sangat lengkap.


Massa Pro Anies Baswedan, NasDem: Dianggap Banjir Sudah Jadi Terbiasa untuk Mereka

“Misal, Pertamina pingin bagikan tabung LPG yang 12 Kg, yang bagus untuk orang yang enggak mampu. Di lapangan dikasih kupon bisa berantem itu. Tapi kalau dengan data terpadu Kemensos bisa tepat sasaran,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Sosial Juliari Batubara menyatakan bahwa Kemensos sudah mempunyai data valid terkait penerima gas subsidi. Kendati begitu, ia belum menentukan skema pasti terkait penyaluran gas melon 3 kg itu secara tertutup.

Ia menambahkan dalam mengeksekusi rencana ini, pihaknya dan Pertamina masih menunggu instruksi dari Presiden Joko Widodo.

“Kuncinya ketepatan sasaran. Supaya benar-benar rakyat yang membutuhkan yang dapat. Sejauh ini paling tepat bantuan non tunai,” tegasnya.

“Tapi kami siapkan perangkat dan infrastruktur dari sekarang,” ungkapnya.

Anggota DPR Keberatan Subsidi Gas Melon Dicabut

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia