logo


OJK Ungkap Premi Asuransi di Indonesia Meningkat Meski Diterpa Kasus Jiwasraya

OJK mencatat terjadi peningkatan sebesar 2 persen dari tahun 2018 hingga akhir 2019 lalu.

16 Januari 2020 19:44 WIB

istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - OJK menyatakan pertumbuhan premi industri asuransi di Indonesia tetap positif meski kasus PT Asuransi Jiwasraya menjadi topik utama belakangan ini. OJK mencatat terjadi peningkatan sebesar 2 persen dari tahun 2018 hingga akhir 2019 lalu.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2020 di Hotel Ritz Carlton, Pasific Place, Jakarta, Kamis (16/1).

"Asuransi komersial mencapai Rp261,65 triliun, tumbuh 6,1 persen," kata Wimboh.


Soal Jiwasraya dan Asabri, NasDem Ingatkan Jokowi untuk Hati-hati

Untuk diketahui, OJK mencatat premi asuransi komersial di Indonesia senilai Rp 246,7 triliun pada November 2018 silam.

Ia menegaskan bahwa kasus yang menimpa PT Asuransi Jiwasraya tidak terlalu berdampak pada industri asuransi. Kendati demikian, ia mewanti-wanti agar setiap perusahaan memberi perhatian lebih agar kasus serupa tak terulang kembali.

Wimboh menjelaskan bahwa belum pernah diberlakukan reformasi pada industri asuransi pasca krisis moneter 1998 silam. Reformasi dalam hal ini terkait dengan regulasi dan mekanisme pengawasan permodalan.

Untuk itu, ia meminta seluruh direksi keuangan untuk segera melaporkan kondisi perusahaan kepada OJK.

"Kami meminta seluruh direksi keuangan untuk melihat kembali yang terjadi dan segera mengeksekusi, menginformasikan dan juga segera melaporkan ke OJK," pinta Wimboh.

 

OJK Minta Bumiputera Laporkan Kondisi Keuangan

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia