logo


PSI Soal Wacana Anies Peringatkan Banjir Pakai Toa: Seperti Era Perang Dunia II

William Aditya Sarana mengkritik keras wacana peringatan banjir menggunakan toa yang digagas oleh Anies Baswedan

16 Januari 2020 15:45 WIB

Anggota Komisi A DPRD Jakarta
Anggota Komisi A DPRD Jakarta kompas

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Anggota DPRD DKI dari Fraksi PSI, William Aditya Sarana mengkritik rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam penyampaian info siaga banjir melalui pengeras suara atau toa.

Menurut William, cara tersebut menjadi cermin kemunduran dalam sistem peringatan bencana di Jakarta. Alih-alih mengapresiasi wacana toa, ia menilai seharusnya Ibu Kota dibekali teknologi mutakhir.

“Saya melihat sistem ini mirip seperti yang digunakan pada era Perang Dunia II. Seharusnya Jakarta bisa memiliki sistem peringatan yang lebih modern,” tutur William dalam keterangan tertulis, Kamis (16/1).


Gerindra Ajak Class Action Jokowi, PDIP: Jangan Membabi Buta

Peringatan bencana banjir di Jakarta, lanjut dia, semestinya sudah dapat diwujudkan melalui aplikasi smatphone. Terlebih, Pemprov DKI saat ini telah memiliki aplikasi ‘Pantau Banjir’ yang dirilis sejak Ahok masih menjabat sebagai gubernur, tepatnya 20 Februari 2017.

Fitur ‘Siaga Banjir’ yang tersemat dalam aplikasi tersebut dapat memberikan informasi mengenai ketinggian air sungai dan mengirimkan peringatan dini banjir ke pengguna.

“Aplikasi berbasis internet gawai seharusnya lebih efektif dan lebih murah ketimbang memasang pengeras suara yang hanya dapat menjangkau radius 500 meter di sekitarnya,” kata William.

Dukung Anies Soal Pengadaan Toa, PKS: Supaya Masyarakat Lebih Aware

Halaman: 
Penulis : Iskandar
 
×
×