logo


Kilas Balik PS4: Strategi Sony merebut hati Gamer

PS4 telah terjual 106 juta unit per 31 Desember 2019, suatu pencapaian yang tentunya luar biasa mengingat Sony berada pada posisi underdog pasca perilisan PS3.

16 Januari 2020 06:33 WIB

Kilas Balik PS4
Kilas Balik PS4
dibaca 296 x

PS4 telah terjual 106 juta unit per 31 Desember 2019, suatu pencapaian yang tentunya luar biasa mengingat Sony berada pada posisi underdog pasca perilisan PS3.

Sony berada pada posisi di atas angin setelah Microsoft melakukan blunder pada saat meluncurkan Xbox One dengan menetapkan sistem DRM (Digital Right Management) yang kaku dan terbatas. Hal ini dimanfaatkan Sony dengan menunjukkan betapa mudahnya menjual ulang atau meminjamkan game PS4 yang kita miliki kepada orang lain, berbeda dengan sistem Xbox One yang menggunakan sistem pengecekan melalui internet (yang kemudian direvisi Microsoft sendiri pasca E3 2013).

Jadi bagaimana PS4 mampu memenangkan hati konsumennya, setelah raport PS3 yang tidak begitu gemilang bila dibandingkan dengan saudaranya yang lebih tua PS2 dan PS1?


Omnibus Law, Strategi Pemerintah Menarik Investor

Mengutip pernyataan Matt Booty (Pimpinan Xbox Game Studios); “Pertama-tama, Sony telah melakukan pekerjaan yang fantastis di semua bidang dalam hal membangun komunitas, menjual konsol, dan tentunya dengan menghasilkan game yang luar biasa dalam jumlah yang banyak yang muncul dari studio first party mereka.” Tiga hal yang bisa ditarik dari pernyataan tersebut adalah bahwa Sony mampu membina dan mengembangkan komunitas gamer, lalu kemampuan mereka memasarkan dan menjual konsol serta output game eksklusif mereka yang luar biasa.

Hal pertama yang Sony lakukan berkaca dari kegagalan PS3 adalah Sony menata ulang komunitas konsumen yang telah mereka miliki, dengan tagline “For The Players” Sony memfokuskan perhatian mereka untuk lebih in touch dengan pasar yang mereka miliki.

Pendekatan pasar yang mereka lakukan adalah dengan mencoba menjawab semua kebutuhan yang dimiliki gamer, contohnya dengan meluncurkan konsol PS4 dengan harga lebih rendah dibandingkan Xbox One, contoh lainnya adalah memperkenalkan tombol share yang terintegrasi langsung dengan Dualshock 4 yang memungkinkan gamer untuk membagi momen yang mereka miliki dalam game langsung ke media sosial yang mereka miliki seperti facebook atau youtube. Kepekaan Sony dalam memenuhi kebutuhan gamers inilah yang terbukti membantu Sony untuk membangun kembali komunitas serta kredibilitas mereka yang pernah jatuh pada generasi sebelumnya.

Pembangunan sistem pemasaran yang memiliki jangkauan lebih luas juga membantu banyak dalam hal mempopulerkan konsol PS4. Penetrasi pasar dan perluasan pasar mereka lakukan secara berjenjang dan tidak hanya berfokus pada region Amerika Utara, Eropa dan Jepang saja, tetapi benar – benar mencakup region yang sebelumnya tidak tersentuh seperti Asia Tenggara dan China.

Pada Januari 2014 pemerintah China mengumumkan bahwa mereka akan  menarik kebijakan yang melarang penjualan konsol video game, hal ini dimanfaatkan Sony dengan merilis PS4 secara resmi di China. Selanjutnya Sony pun merilis gerai – gerai resmi di Asia Tenggara dan Amerika Selatan, karena Sony tahu mereka memiliki market share yang besar di Negara - Negara tersebut.

Apalah arti konsol tanpa adanya game yang menarik. Sony mengetahui hal itu dan meresponnya dengan merilis game eksklusif yang dikembangkan studio - studio di bawah naungan sony maupun studio - studio third party. Diawali dengan Killzone: Shadowfall, game First Person Shooter yang menjadi salah satu game awal PS4, dilanjutkan Open World Action yang bertema superhero InFamous: Second Son, dilanjutkan dengan salah satu masterpiece From Software berjudul Bloodborne, selain itu masih ada Uncharted 4: A Thief’s End, Horizon Zero Dawn, Gran Turismo: Sport, God of War dan masih banyak lagi game dengan berbagai jenis genre. Game ekslusif yang dirilis dalam konsol PS4 terbukti tidak hanya mendapatkan pengakuan secara kritis tetapi juga menguntungkan secara finansial.

Penghargaan demi penghargaan, pencapaian demi pencapaian telah diukirkan Sony melalui PS4. Berbekal pelajaran dari generasi sebelumnya, tiga strategi yang ditekuni Sony berbuah manis dan memberikan kepercayaan diri lebih. Terutama di akhir generasi kedelapan ini, Sony telah berancang – ancang merilis konsol generasi selanjutnya, PS5. Jika menilik dari antusiasme gamer saat Sony memamerkan logo PS5, nampaknya masa depan Sony bisa dibilang cerah, asal mereka tidak melupakan strategi yang telah mereka bangun dan tidak terbuai dengan kepopuleran PS4.

Ditulis oleh: Satrio Dharmawan

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Sebuah Strategi Marketing: Menjadikan Idola K-Pop Sebagai Brand Ambassador

Halaman: 
Admin : Tino Aditia