logo


Media literacy, Strategi Survival di Era Informasi

Simak ulasan selengkapnya

15 Januari 2020 22:48 WIB

pexels.com/pixabay
pexels.com/pixabay
dibaca 158 x

Untuk dapat hidup dengan layak, setiap manusia harus mengkonsumsi komoditas-komoditas tertentu. Komoditas-komoditas ini akan terus berkembang seiring dengan perkembangan kemajuan umat manusia.

Manusia, yang dulunya harus bergelut dengan kondisi alam dan lingkungan yang tidak stabil hanya untuk sekedar bertahan hidup, kini telah mencapai kemajuan yang luar biasa. Kebutuhan manusia kini menjadi semakin kompleks, bukan hanya sekedar pangan, sandang, dan tempat tinggal; manusia modern juga memiliki kebutuhan khusus akan informasi.

Berkembangnya internet dan munculnya komputer personal yang bisa diakses masyarakat luas memiliki peran sentral dalam berkembangnya Era Informasi saat ini. Akses Informasi tidak lagi menjadi previlege yang hanya dapat dinikmati kaum elite, Informasi dapat kita temui di mana saja, mulai dari media cetak, televisi, radio, dan tentunya, internet. Faktor lain yang baru-baru ini mempercepat berkembangnya era informasi adalah munculnya smartphone yang kini telah tersedia untuk berbagai macam lapis masyarakat.


Strategi Cerdas Atur Keuangan Pribadi dengan Manfaatkan Diskon

Dimensi yang portabel, ditambah dengan segala kecanggihan yang ada didalamnya menjadikan smartphone sebagai salah satu media utama bagi orang-orang untuk mengakses, sekaligus berbagi informasi. Kini, setiap orang dengan smartphone ditangannya, memiliki potensi untuk dapat mengakses dan berbagi informasi dari dan ke seluruh penjuru dunia. Kemajuan adalah hal yang positif, namun, setiap kemajuan yang dicapai umat manusia juga melahirkan masalah-masalah baru yang harus diselesaikan.

Masalahnya yangkini muncul di era ini adalah Information abundance. Setiap harinya, rata-rata orang dewasa menghabiskan waktu sebanyak sepuluh jam mengkonsumsi media, baik itu berupa mebaca koran cetak/digital, menonton televisi, menjelajah web dan juga akses ke beragam media sosial. Konsumsi Informasi melaui beragam media sendiri bukanlah sesuatu yang bisa dikategorikan sebagai masalah, masalah baru akan muncul ketika kita membicarakan kualitas dari informasi yang kita konsumsi.

Terbukanya akses informasi bagi semua orang adalah sebuah pisau bermata dua. Bagi mereka yang yang relatif sudah lebih siap, era informasi saat ini membuka peluang yang sangat luas bagi mereka untuk mengembangkan diri. Namun, banyak dari kita yang tidak benar-benar berada dalam keadaan yang sepenuhnya siap untuk menghadapi kompleksitas masalah di era ini.

Mudahnya kita mengakses dan berbagi informasi menimbulkan ancaman tersendiri. Setiap harinya kita terancam oleh paparan informasi dari sumber-sumber yang meragukan, informasi-informasi yang sifatnya tendensius dan mis leading, berita palsu, dan juga konten-konten tidak berkualitas yang membodohkan. Keadaan inilah yang mendesak kita untuk mengasah kemampuan kita dalam bidang media literacy. Sebenarnya media literacy bukalah hal yang baru.

Media literacy lahir dan berkembang beriringan dengan berkembangnya media informasi. Media Literacy terdiri dari kemampuan memahami ide/pesan, critical thinking, komunikasi, dan berbagai kemampuan lain yang kiranya berguna bagi kita untuk mampu mendapatkan manfaat sebesar-besarnya dari konsumsi informasi, dan mengurangi bahaya dari resiko-resiko yang ada. Dulunya, masalah media literacy masih sangat terbatas dibahas oleh akademisi dari bidang filsafat, linguistik, bahasa dan komunikasi.

Namun, mengingat berkembangnya teknologi informasi dan bahaya yang mungkin menyertainya, rasanya kita semua perlu membekali diri kita dengan kemampuan ini. Media literacy bukan lagi sebuah bahasan yang eksklusif bagi kaum akademisi, Media literacy adalah kemampuan yang akan menentukan apakah kita mampu untuk survive di tengah derasnya arus informasi yang ada kini.

Ditulis oleh: Hanafi Hidayat

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Omnibus Law, Strategi Pemerintah Menarik Investor

Halaman: 
Admin : Raka Kisdiyatma