logo


10 T Dugaan Korupsi di Asabri, Kementrian BUMN Akan Datangi Prabowo

kasus korupsi di tubuh Asabri memasuki tahap pemeriksaan oleh BPK

15 Januari 2020 14:30 WIB

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - PT Asabri yang mempunyai kepanjangan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia tersangkut dalam kasus dugaan korupsi. Luhut selaku Menteri Kemaritiman dan Investasi menanggapi dugaan itu. "Ya ndak benar lah (tindakan) itu," jawab Luhut dilansir dari CNBC Indonesia, Rabu (15/1/2020).

Kasus korupsi itu berkembang ke babak yang baru, tahap pemeriksan oleh BPK. Harry Azhar selaku anggota Badan Pemeriksa Keuagan mengungkap hal tersebut.

"Ya, kemungkinan bisa lebih dari Rp 10 triliun, berkisar Rp 10 triliun-Rp 16 triliun," ungkap Harry, Rabu (15/1/2020).


Hari Ini Mahfud MD ke Natuna, Kapal China Masuk Lagi?

Achsanul Qosasi selaku anggota BPK lainnya mengungkap hasil audit pada tahun 2016, dengan kesimpulan sementara negara dirugikan hingga Rp 637,1 miliar.

"Mungkin saja [ada] pemeriksaan lebih lanjut. Nanti diputuskan di sidang BPK," kata Achsanul.

Skandal ini pertama kali dicium oleh Mahfud MD selaku Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan.

Kementrian BUMN melalui Arya Sinulingga memberikan kepastian langkah jika permasalahan korupsi di tubuh Asabri akan ditindak bersama instansi lain. Kementrian BUMN akan mendatangi Menhan dan Menkopolhukam untuk berkonsultasi.

"Karena menyangkut TNI kita akan konsultasi ke Pak Menhan (Menteri Pertahanan Prabowo Subianto) dan Pak Menkopolhukam, termasuk upaya penyelesaiannya," kata Arya.

Menurut laporan yang dia dapatkan, Arya memaparkan banyak investasi Asabri yang jelek. Dia juga menyarankan untuk perombakan pada hal itu.

"Hanya pembenahan dari Asabri berbeda dengan penanganan Jiwasraya. Kalau Jiwasraya bisa masuk investor karena kan bisnis jual produk, maka mekanisme Jiwasraya tak bisa seperti Asabri. Dia asuransi sosial tak jual produk. Kita sedang cari solusi untuk mereka," kata Arya.

Manajemen Asabri menepis pemberitaan negatif dari media massa, keadaan perseroan berlangsung seperti biasanya. Kegiatan operasional yang berupa pelayanan, penerimaan premi dan juga klaim berjalan baik dan normal. Asabri tidak pernah meleset dari pengajuan klaim yang diterimanya. Persoalan investasi Asabri yang mengalami penurunan nilai sifatnya hanya sementara, hal itu terkait kondisi pasar modal Indonesia.

"Namun demikian, Manajemen Asabri memiliki mitigasi untuk me-recovery penurunan tersebut," manajemen Asabri dalam pernyataannya tertulisnya.

Apresiasi Penangkapan 5 Tersangka Jiwasraya, Fadjroel: Ini Sesuai Prinsip Jokowi

Halaman: 
Penulis : Gun-Gun