logo


Penembak Pesawat Ukraina Ditangkap dan Akan Dihukum Berat

Presiden Iran mengatakan bahwa kejadian itu tidak bisa dimaafkan

15 Januari 2020 07:45 WIB

detik.com

TEHERAN, JITUNEWS.COM - Pesawat Ukraine International Airlines menjadi korban tembak salah sasaran yang dilakukan oleh Iran. Dalam kejadian tersebut, penumpang dan awak pesawat meninggal dunia.

Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengatakan pelaku akan dihukum. Rouhani meminta untuk dibentuknya pengadilan khusus untuk mengadili pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam insiden tersebut.

"Bagi rakyat kita, sangat penting dalam insiden ini bahwa siapa saja yang bersalah atau lalai dalam tingkat apapun (harus menghadapi keadilan)," tegas Rouhani seperti dilansir AFP melalui Detikcom, Rabu (15/1).


Pesawat Ukraina Jatuh, Trudeau Sebut Korban Bisa Tetap Hidup Jika Tak Ada Ketegangan

"Otoritas kehakiman harus membentuk pengadilan khusus dengan hakim tingkat tinggi dan puluhan pakar. Ini bukan kasus biasa. Seluruh dunia akan melihat," ujarnya.

Rouhani mengatakan bahwa kejadian itu tidak bisa dimaafkan. Pemerintahannya akan menyelidiki insiden tersebut hingga tuntas.

"Tanggung jawab dipikul oleh lebih dari satu orang. Ada yang lain juga dan saya ingin isu ini diungkapkan secara jujur," ucap Rouhani.

Setelah pernyataan Rouhani, pemerintah Iran berhasil menangkap sejumlah orang terkait penembakan pesawat Ukraina.

"Penyelidikan ekstensif telah dilakukan dan beberapa orang telah ditangkap," ungkap juru bicara otoritas kehakiman Iran, Gholamhossein Esmaili, dalam konferensi pers.

Protes Dubesnya Ditangkap Iran, Inggris Semprot Dubes Iran

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata