logo


Konflik Natuna dan Strategi Indonesia Dalam Mempertahankannya

Upaya Indonesia untuk mempertahankan Laut Natuna dari incaran China

15 Januari 2020 06:12 WIB

Sejumlah Kapal  Indonesiasedang bersiaga di perairan Natuna
Sejumlah Kapal Indonesiasedang bersiaga di perairan Natuna
dibaca 683 x

Baru-baru ini konflik perebutan wilayah Laut Natuna antara Indonesia dan China kembali mencuat dan ramai diberitakan. Kejadian bermula pada 31 Desember 2019 saat penangkap ikan dan coast guard China diduga melakukan pelanggaran Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) dengan memasuki Perairan Natuna secara ilegal. Konflik antara Indonesia dan China ini sudah berlangsung lama dan sampai sekarang belum mencapai titik penyelesaian dikarenakan baik China maupun Indonesia sama–sama tidak saling mengakui klaim wilayah kedaulatan di perairan tersebut. Pengakuan China atas kedaulatan wilayah Natuna berdasarkan pada nine dash yang mereka buat sedangkan Indonesia mengacu pada Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS) 1982.

Selain dengan China, konflik perebutan Wilayah Natuna yang melibatkan Indonesia juga telah terjadi dengan negara lain. Hal ini disebabkan karena letak Natuna yang berada di kawasan dengan sumber daya alam melimpah dan berbatasan langsung dengan laut bebas membuatnya menjadi incaran negara lain. Sejarah mencatat Malaysia dan Vietnam pernah mencoba untuk mengklaim kedaulatan mereka atas wilayah tersebut.

Lantas apa upaya Indonesia untuk mempertahankan Laut Natuna dari incaran China? Persoalan Indonesia-China bukanlah hal yang sederhana karena menyangkut status kerjasama, persahabatan, dan hubungan bilateral kedua negara. Oleh karena itu, Mantan Panglima TNI Republik Indonesia Jendral Gatot Nurmantyo menuturkan Indonesia harus terlebih dahulu mengedepankan cara–cara perdamaian yaitu menempuh jalur diplomatik total untuk menyelesaikan persoalan ini.  Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pemerintah Indonesia juga harus melakukan gelar keamanan laut secara cepat, cermat, dan tepat, yaitu dengan senantiasa menyiagakan kemananan di daerah tersebut.


Kurang Percaya Diri? Lakukanlah 5 Strategi Jitu ini

Pemerintah Indonesia sudah melakukan jalur diplomasi untuk menyelesaikan sengketa ini dengan mengirimkan nota protes terhadap China melalui duta besar yang ada di Indonesia. Di sisi lain dalam rangka melakukan gelar kemanan laut, sejumlah TNI dan Badan Kemanan Laut RI terus disiagakan di Perairan Natuna. Penjagaan ini dilakukan karena sejumlah kapal milik China masih terlihat berlayar di wilayah itu. Strategi lain juga diusulkan oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Kemanan Mahfud MD yaitu dengan mengirimkan 470 nelayan ke perairan Natuna agar kondisi di Natuna menjadi ramai. Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga mengatakan pemerintah akan menyiapkan infrastruktur penunjang bagi nelayan yang melaut di perairan Natuna. Dengan adanya infrastruktur penunjang, diharapkan perairan Natuna dipenuhi nelayan sehingga kapal China tidak mencuri ikan di sana.

Upaya lain yang dilakukan oleh Pemerintah untuk memperkuat Natuna adalah mengajak Jepang dan Amerika untuk berinvestasi di Natuna dalam rangka pemberdayaan nelayan, perikanan, dan infrastruktur. Dengan menanamkan jejak di Natuna baik dari sektor industry, pariwisata, atau bidang lainnya diharapkan akan mengurangi klaim nine dash yang diutarakan China.  Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi menilai langkah yang diambil pemerintah mengajak negara lain berinvestasi di Natuna bisa jadi merupakan langkah presiden menyelesaikan konflik dengan memakai aktor lain untuk membantu meningkatkan kedaulatan Indonesia atas Natuna. Apalagi antara Jepang dan China memiliki sejarah hubungan antagonis yang cukup panjang. Perang dagang antara Amerika dan China pun membuat hubungan kedua negara cukup memanas belakangan ini.

Apabila dengan semua strategi tersebut tidak membuat China jera untuk terus memprovokasi Indonesia, Gatot Nurmantyo menuturkan bahwa skenario terburuk adalah Indonesia harus siap menghadapi perang dengan China.

Ditulis oleh: Robi Fajar

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Jadi Bakal Calon Wali Kota Solo, Gibran Disebut Salah Strategi

Halaman: 
Admin : Tino Aditia