logo


Soal Dana Nasabah Jiwasraya, YLKI: Buat Apa Dibentuk Pansus

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) medesak pemerintah untuk fokus dalam mengembalikan dana nasabah yang belum bisa diayar oleh PT Asuransi Jiwasraya

14 Januari 2020 20:41 WIB

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi.
Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi. Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) medesak pemerintah untuk fokus dalam mengembalikan dana nasabah yang belum bisa diayar oleh PT Asuransi Jiwasraya. Diketahui, klaim polis sebesar Rp12,4 triliun untuk periode Oktober-Desember 2019 belum dibayar karena terlilit persoalan keuangan.

"Dana nasabah yang sudah di investasikan harus dikembalikan. Fokus YLKI, hak-hak konsumen dalam pencairan ini dipenuhi," kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi di Kantor YLKI, Jakarta, Selasa (14/1).

Tulus juga menyinggung tentang permasalahan Bank Century yang sampai saat ini juga belum beres.


Ada Dugaan Korupsi di PT ASABRI, Moeldoko: Saya Tidak Mengerti Sama Sekali

"Hak-hak korban juga ujungnya akan terkatung-katung. Kita bisa lihat dari kasus Bank Century, sampai sekarang masalah dana nasabah itu belum selesai juga," ungkapnya.

Ia juga mengkritisi adanya pembentukan panitia khusus dalam penanganan dan penyelesaian kasus PT Asuransi Jiwasraya tersebut. Ia menilai pembentukan pansus yang digagas oleh DPR tersebut sia-sia jika nantinya tidak mampu mengembalikan dana nasabah.

"Buat apa dibentuk pansus kalau kemudian dana nasabah yang ditanamkan itu hilang dan tidak kembali? Hal terpenting dari masalah Jiwasraya, adalah mengembalikan dana nasabah lebih dulu, karena mereka telah menanamkan uangnya lewat prosedur yang ada, tapi uangnya tidak bisa diklaim," tegasnya.

Akhirnya Mantan Direktur Utama PT Jiwasraya Ditahan Kejagung

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia