logo


Soal Pembangunan Ibu Kota Baru, Istana Akui Ingin Ajak Negara Lain

Jokowi berniat mengajak sejumlah negara untuk ikut serta membangun ibu kota baru. Harapannya, keunggulan masing-masing negara dapat disatukan dalam satu wadah ibu kota

14 Januari 2020 12:15 WIB

Fadjroel Rachman
Fadjroel Rachman Ist

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rahman mengatakan bahwa pemerintah akan membuka ruang bagi negara lain yang ingin turut serta berinvestasi dalam pembangunan ibu kota baru Indonesia.

Menurut Fadjroel, sejumlah negara berminat membantu Indonesia membangun ibu kota baru yang berlokasi di Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Negara tersebut antara lain Korea Selatan, Jepang, dan Uni Emirat Arab (UAE).

"Dalam hal ini gagasan Pak Jokowi ke arah sana. Jadi pemerintah akan menjadi (fasilitator) karena ingin menjadikan ibu kota baru persembahan Indonesia kepada dunia," kata Fadjroel di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip dari CNN Indonesia pada Selasa (14/1).


Menag Teken Nota Kesepahaman Indonesia Gandeng UEA Soal Moderasi Beragama

Jokowi sebagaimana kata Fadjroel, berharap ibu kota baru pengganti DKI Jakarta bisa tersemat keunggulan dari masing-masing negara. Pembangunan yang diinginkan meliputi infrastruktur, teknologi, hingga konservasi lingkungan.

"Dengan pertemuan di Abu Dhabi, Presiden juga menyampaikan dan mengundang semua negara manapun baik dari UEA, Korsel, Jepang, China, Eropa atau manapun untuk bekerja sama membangun ibu kota baru," tuturnya.

UEA Tanam Investasi Pembangunan PLTS Terbesar se-ASEAN, Bahlil: RI akan Percepat Perizinan

Halaman: 
Penulis : Iskandar