logo


Strategi Dorong Masyarakat Berinvestasi Saham di Pasar Modal

Jokowi memberikan perhatian terhadap upaya penegakan hukum untuk melindungi investor

14 Januari 2020 09:25 WIB

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia. Jitunews/Latiko Aldilla DIrga
dibaca 545 x

Mengawali tahun 2020 dalam sambutan pembukaan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Presiden menginstruksikan pemerintah dan pihak terkait untuk membangun ekosistem pasar modal dengan mengedepankan sistem transaksi yang benar dan transparan guna menciptakan kepercayaan terhadap investasi di Indonesia.

khusus, presiden Jokowi memberikan perhatian terhadap upaya penegakan hukum untuk melindungi investor dari aktivitas manipulasi instrumen keuangan. Perputaran dana dalam jumlah yang sangat besar pada bursa memicu aksi manipulasi yang kerap dikenal dengan aktivitas “menggoreng” saham untuk keuntungan pihak tertentu sehingga menjadi ancaman serius di tengah upaya pemerintah menciptakan trust dalam iklim investasi. Sebagai catatan, jumlah perputaran dana di bursa rata-rata per hari pada tahun 2019 mencapai 9,12 triliun rupiah dengan frekuensi perdagangan saham tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Pada tahun 2019 tercatat kenaikan investor saham sebesar 30 persen menjadi 1,1 juta investor saham. Namun jumlah investor tersebut masih terbilang kecil apabila dibanding dengan jumlah penduduk Indonesia usia produktif yang mencapai 183 juta. Anggapan berinvestasi saham memiliki resiko tinggi ditambah dengan maraknya aktivitas manipulasi saham membuat masyarakat cenderung enggan memilih investasi saham.


Strategi Pengembangan Pariwisata Perbatasan di Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat

Menteri Koordinator Bidang Perokonomian pada awal tahun 2019 menyarankan agar masyarakat berinvestasi di pasar saham ketimbang membeli tanah, menurutnya berinvestasi di pasar modal memberikan keuntungan lebih cepat. Rerata imbal hasil investasi saham pada tahun 2017 mencapai angka 19,9 % yang menunjukkan bahwa investasi saham dapat memberikan keuntungan dalam waktu yang relatif singkat. Investasi saham yang diperdagangkan di bursa memiliki tingkat fleksibilitas yang tinggi, investor dapat dengan mudah dan cepat melakukan penyesuaian terhadap investasi.

Investasi saham juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, dana investasi saham dihimpun oleh perusahaan untuk ekspansi bisnis yang akan meningkatkan produktivitas dan mendongkrak perekonomian. Pemerintah berupaya menempuh strategi untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam mendorong investasi saham di pasar modal melalui berbagai cara.

Dalam Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inkslusif, pemerintah berkoordinasi dengan pihak terkait menciptakan suatu ekosistem yang memungkinkan setiap anggota masyarakat mempunyai akses terhadap layanan keuangan formal sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan (inklusi keuangan). Indikator inklusi keuangan dikelompokkan menjadi tiga dimensi yaitu dimensi akses, penggunaan, dan kualitas. Dimensi kualitas memiliki indikator Indeks Literasi Keuangan yang menunjukkan tingkat pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan konsep dan risiko keuangan.

Dalam rilis hasil Survei Nasional Literasi Keuangan pada November 2019 yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan menunjukan bahwa indeks literasi keuangan mencapai 38,03% dan indeks inklusi keuangan sebesar 76,19%, terus mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir.

tersebut merupakan sinergi para pemangku kepentingan yang secara berkesinambungan melakukan edukasi keuangan.

Adapun Prioritas kelompok masyarakat untuk memperoleh akses keuangan antara lain masyarakat pekerja migran, wanita, masyarakat penyandang masalah kesejahteraan, masyarakat di daerah tertinggal, serta pelajar dan pemuda. Data Global FIndex tahun 2017 menyebutkan bahwa hampir separuh dari penduduk dewasa di Indonesia telah memiliki tabungan dalam berbagai bentuk pada layanan keuangan formal. C

tersebut menjadi modal penting untuk mendorong percepatan partisipasi masyarakat berinvestasi saham mengingat berinvestasi saham mensyaratkan adanya Rekening Dana Nasabah (RDN). Masyarakat yang telah memiliki akses pada layanan keuangan formal diharapkan memiliki tingkat partisipasi yang meningkat untuk melakukan investasi keuangan khsusunya investasi saham.
Edukasi Keuangan Berkelanjutan Data statistik jumlah kelompok pelajar, mahasiswa, pemuda tahun 2015 mencapai 106,8 juta menunjukan potensi calon investor yang sangat besar. Kelompok yang memiliki rentang usia antara 19 tahun sampai dengan 30 tahun yang sering disebut sebagai generasi milenial tersebut umumnya memiliki akses terhadap internet.

Generasi milenial memanfaatkan internet untuk menunjang aktivitas yang sangat beragam mulai dari chatting, browsing, hiburan dan media sosial bahkan untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Program inklusi keuangan menyasar generasi milenial sebagai prioritas. Pendidikan keuangan untuk berinvestasi sejak dini relevan dimulai dari generasi milenial sebagai generasi penerus dan penggerak masa depan Indonesia.

Edukasi keuangan khususnya investasi saham secara berkelanjutan terhadap masyarakat khususnya generasi milenial terus ditingkatkan, Bursa Efek Indonesia bekerja sama dengan perusahaan sekuritas dan perguruan tinggi berupaya memperkenalkan investasi saham sejak dini kepada mahasiswa melalui penyediaan Galeri Investasi Pasar Modal.

Melalui programt  mahasiswa dapat belajar menganalisa aktivitas perdagangan saham sehingga mampu menjembatani antara ilmu pengetahuan dengan praktek yang sesungguhnya. Sampai tahun 2019 jumlah Galeri Investasi mencapai 443 yang tersebar di seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

Edukasi investasi saham juga coba disosialisasikan melalui komunitas dan kelompok studi. Komunitas pasar modal Indonesia mencatat sedikitnya terdapat 413 komunitas atau kelompok studi pasar modal yang tersebar di seluruh Indonesia. Masyarakat juga dapat memanfaatkan platform Galeri Investasi Mobile yang dapat diakses secara online melalui aplikasi sehingga dapat mengakses edukasi investasi saham dimanapun dan kapanpun.
Kemudahan akses investasi Otoritas Jasa Keungan dalam rangka memberikan kemudahan investasi saham, pada tahun 2019 meluncurkan program Simplifikasi Pembukaan Rekening Efek dan Rekening Dana Nasabah Secara Elektronik.

Dengan program tersebut memungkinkan proses pembukaan rekening saham hanya dilakukan dalam waktu 30 menit saja. Bagi calon investor yang berlokasi di daerah juga terbantu dengan program tersebut karena dapat membuka rekening saham secara online.

Kemudahan berikutnya adalah semakin bervariasinya setoran modal pembukaan rekening saham yang ditetapkan Perusahaan Sekuritas.

Mulai dari ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah sesuai dengan profil dan kemampuan calon investor saham. Perusahaan sekuritas juga menawarkan aplikasi untuk mengelola investasi saham secara online. Kemudahan ini diyakini dapat menumbuhkan antusiasme positif masyarakat untuk berinvestasi saham.

Kampanye aksi dan menggeser paradigma salah satu bentuk kegiatan edukasi keuangan pada Strategi Nasional Keuangan Inklusif yang secara khusus merujuk pada investasi saham adalah sebuah kampanye “Yuk Nabung Saham” yang bertujuan untuk membantu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai investasi saham di pasar modal. Kampanye yang dimulai pada tahun 2015 tersebut diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia untuk mengajak masyarakat sebagai calon investor untuk mulai aktivitas berinvestasi dengan cara membeli saham secara rutin dan berkala. Transaksi pembelian saham di program Yuk Nabung Saham dapat dilakukan secara autodebet melalui perusahaan sekuritas yang telah memiliki produk tabungan saham, ataupun dengan mendatangi bank dan melakukan transaksi berkala secara langsung.

Kampanye Yuk Nabung Saham berupaya menggeser kebiasaan masyarakat yang awalnya menabung berubah menjadi berinvestasi. Dengan tingkat liteasi keuangan dan pemahaman investasi saham yang tepat dapat membentuk pola pikir masyarakat dalam mengelola resiko investasi. Bagaimana memilih dan menempatkan investasi saham pada perusahaan yang memiliki fundamental kinerja keuangan sehat sehingga mengurangi aktivitas investasi saham yang cenderung spekulatif. Prinsip memperoleh keuntungan melalui imbal hasil investasi saham dapat dijalankan dengan memperhatikan resiko.

Beberapa uraian strategi tersebut diharapkan mampu mndorong tingkat partisipasi masyarakat dalam berinvestasi saham. Tentunya, dengan upaya perbaikan strategi secara berkesinambungan yang dilakukan oleh pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dalam masa mendatang mampu menggerakkan masyarakat dari saving society menjadi investing society yang dapat meningkatkan produktivitas dari dana masyarakat dan mampu menggerakan perekonomian negara.

Ditulis oleh: Trisno Yuwono

*Tulisan ini adalah 'Suara Kita' kiriman dari pembaca. Jitunews.com tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.

Surplus 1346 MW, PLN Siap Dukung Pertumbuhan Investasi Sumatera Utara

Halaman: 
Admin : Raka Kisdiyatma