logo


UEA Tanam Investasi Pembangunan PLTS Terbesar se-ASEAN, Bahlil: RI akan Percepat Perizinan

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia ditugasi Presiden Jokowi menerima sejumlah CEO dan investor di Uni Emirat Arab. Hasilnya, RI mendapatkan sejumlah pontensi investasi di PLTS

13 Januari 2020 16:02 WIB

Penandatanganan MoU oleh Chief Executive Officer (CEO) Masdar Mohamed Jameel Al Ramahi, Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini, dan Direktur Utama Pembangkit Jawa Bali Indonesia (PJBI) Gunawan Budi Haryanto
Penandatanganan MoU oleh Chief Executive Officer (CEO) Masdar Mohamed Jameel Al Ramahi, Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini, dan Direktur Utama Pembangkit Jawa Bali Indonesia (PJBI) Gunawan Budi Haryanto Dok. Jitunews/Nurman

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Rombongan delegasi Indonesia membawa kabar baik saat melawat ke Uni Emirat Arab (UEA). Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia ditugasi Presiden Jokowi menerima sejumlah CEO dan investor di Emirates Palace Hotel, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada hari ini (13/1).

Dalam kesempatan ini, Bahlil juga mendapatkan sejumlah pontensi investasi yang telah lama mangkrak. Salah satunya, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Waduk Cirata, Jawa Barat.

"Investor pembangkit ini adalah Masdar, sudah dieksekusi. Dia perusahaan energi baru terbarukan (EBT) terbesar di kawasan teluk. Kepala BKPM mengatakan pemerintah akan mempercepat perizinan investasi ke depan, apalagi terkait dengan pengembangan EBT," ujar Direktur Promosi Sektoral BKPM Imam Soejoedi usai penandatanganan MoU oleh Chief Executive Officer (CEO) Masdar Mohamed Jameel Al Ramahi, Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini, dan Direktur Utama Pembangkit Jawa Bali Indonesia (PJBI) Gunawan Budi Haryanto.


Jokowi Tandatangani 16 Perjanjian, Uni Emirat Arab Suntikkan Investasi Rp 314,9 Triliun

Imam menjelaskan bahwa Masdar adalah perusahaan energi baru terbarukan (EBT) berbasis di Abu Dhabi, UEA. Dia mengungkapkan Masdar akan bermitra dengan cucu usaha PT PLN (Persero) yakni PJB membangun PLTS Terapung di Waduk Cirata, Jawa Barat. Pembangkit ini akan menjadi PLTS terbesar di Asia Tenggara.

Investasi yang akan digelontorkan Masdar sebesar Rp 1,8 triliun. PLTS Terapung Cirata akan melewati rekor pembangkit bertenaga surya terbesar di ASEAN setelah PLTS di Filipina, Cadiz Solar Powerplant sebesar 132,5 MW.

Bahlil mengungkapkan pentingnya investasi ini dipercepat sebab porsi EBT di bauran energi pembangkit nasional masih sedikit, yakni sekitar 10 persen dari total bauran energi (mix energy). Pada 2025, pemerintah menargetkan porsi EBT mencapai 23 persen. Tak hanya itu, porsi PLTS dari kapasitas listrik nasional yang sudah ada baru sebesar 5 MW.

Dalam penandatanganan nota kesepahaman itu hadir pula Menteri BUMN Erik Thohir, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan Wamen BUMN Budi G. Sadikin.

Executive Officer (CEO) Masdar Mohamed Jameel Al Ramahi mengungkapkan antusiasnya usai mendapat penjelasan dari Kepala BKPM terkait sentralisasi kewenangan perizinan di BKPM. Mohamed Jameel berjanji akan mengajak mitra-mitra dan investor koleganya di seluruh dunia untuk berinvestasi di Indonesia.

"Kami sendiri rasakan kemudahan dan kecepatan pelayanan berinvestasi di Indonesia setelah Instruksi Presiden No.7/2019. Kami punya rekan-rekan investor sampai ke Karibia sekalipun," ungkapnya.

Balas Pernyataan Ngabalin, Fadli Zon: Harusnya Dia yang Belajar Diksi

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman, Iskandar