logo


Siap-siap Bawa Uang Lebih! Kemenag Berencana Potong Uang Saku Jamaah Haji 2020

Kemenag akan menentukan besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) berdasarkan hasil rapat dengar pendapat dan rapat kerja bersama DPR RI

13 Januari 2020 13:26 WIB

Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Kementerian Agama telah membahas Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2020 secara internal. BPIH akan ditetapkan secara resmi pada awal Februari 2020 setelah rapat dengar pendapat dan rapat kerja.

Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi Haji Terpadu pada Kemenag Maman Saepulloh mengatakan saat ini pihaknya akan melaksanakan konsinyering membahas BPIH pada 15-17 Januari 2020. Selanjutnya pada 18 Januari mendatang, akan melaksanakan kunjungan kerja ke Arab Saudi untuk survei dan melihat perumahan, katering, transportasi dan yang lainnya.

"Setelah itu pulang dari Arab Saudi rencananya pada 2 Februari akan melakukan rapat dengar pendapat dan rapat kerja, kemudian diputuskanlah BPIH itu," ujar Maman di jakarta (12/1).


Jelang 2020, Wamenag: Semangat Persatuan Harus Terus Diperkuat

Sebelumnya terkait Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), Menteri Agama menginginkan Bipih atau direct cost tidak naik. Bipih 2020 minimal sama dengan Bipih 2019, yakni sebesar Rp 35.235.602.  

Namun, tambah dia, penentuan BPIH dan Bipih tergantung nanti hasil rapat dengar pendapat dan rapat kerja bersama DPR RI. Di samping itu, BPIH dan Bipih 2020 juga tergantung dengan masukan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Besaran Bipih akan disesuaikan dengan nilai manfaat yang diperoleh BPKH.

"Kalau perolehan nilai manfaat tahun ini (oleh BPKH) besar, kemungkinan (Bipih) tidak naik, tapi kalau nilai manfaat yang diperoleh tahun ini tidak terlalu besar bisa jadi hal-hal lain akan dikurangi, misalnya biaya living cost yang dulunya 1.500 Riyal menjadi 1.000 Riyal," ungkapnya.

Maman juga mengungkapkan pihaknya akan melakukan negosiasi mengenai harga tiket pesawat pekan mendatang. Namun, jika harga tiket pesawat lebih rendah dari tahun lalu, maka Bipih akan sama dengan tahun 2019.

Terkait harga avtur dan Dolar sedang turun. Dia mengungkapkan menunggu nilai tukar Rupiah terhadap Dollar hanya turun di Januari saja atau benar-benar turun. Hingga saat ini, pihaknya terus memantau perkembangannya sampai Februari 2020. Sebab, penetapan BPIH dan Bipih juga tergantung hasil survei harga hotel, katering dan transportasi di Arab Saudi.

"Kami juga mengusulkan ingin sistem sewa hotel full musim, tahun lalu hanya 71 persen hotel yang disewa secara full musim, tahun ini ingin 80 persen hotel disewa secara full musim," jelasnya.

"Kalau sistem sewa hotel secara blocking time akan kerepotan saat jadwal kedatangan atau keberangkatan pesawat meleset. Kalau sistem sewa hotel secara full musim, meski jadwal pesawat meleset tidak masalah," pungkasnya.

Kabar Gembira! Menag Resmikan Bandara Kertajati Sebagai Bandara Embarkasi Haji

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman, Iskandar