logo


Menag Teken Nota Kesepahaman Indonesia Gandeng UEA Soal Moderasi Beragama

Menag jalin kerja sama urusan agam Islam dan wakaf

13 Januari 2020 11:06 WIB

Menteri Agama Fachrul Razi melakukan kerjasama dalam urusan agama islam dan wakaf dengan Wakaf UEA Mohammed bin Matar al Kaabi. Perjanjian kerjasama ini resmi dilakukan oleh kedua belah pihak di Istana Kepresidenan Qasr al-Wathan, Abu Dhabi, Minggu (12/01).
Menteri Agama Fachrul Razi melakukan kerjasama dalam urusan agama islam dan wakaf dengan Wakaf UEA Mohammed bin Matar al Kaabi. Perjanjian kerjasama ini resmi dilakukan oleh kedua belah pihak di Istana Kepresidenan Qasr al-Wathan, Abu Dhabi, Minggu (12/01). jitunews/Nurman

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Dalam lawatan ke Uni Emirat Arab (UEA) delegasi Indonesia berkesempatan menjalin kerja sama dalam urusan agama Islam dan wakaf. Mewakili Pemerintah Indonesia penandatanganan MoU oleh Menteri Agama Fachrul Razi dan mewakili UEA Ketua Otoritas Umum Bidang Urusan Islam dan Wakaf UEA Mohammed bin Matar al Kaabi.

Perjanjian kerja sama ini resmi dilakukan oleh kedua belah pihak di Istana Kepresidenan Qasr al-Wathan, Abu Dhabi, Minggu (12/01). Ikut menyaksikan, Presiden Joko Widodo dan Putra Mahkota Uni Emirat Arab, Shaikh Muhammed Ben Zayed (MBZ). Hadir juga, Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan dan Tim KBRI di Abu Dhabi.

“Alhamdulillah, saya beserta Ketua Otoritas Umum Bidang Urusan Islam dan Wakaf UEA Mohammed bin Matar al Kaabi telah menandatangani MoU tentang urusan agama Islam. Penandatangan MoU ini dilakukan dalam kesempatan pertemuan antara Presiden Jokowi dan Crown Prince Muhammed Bin Zayyed (MBZ) di istana kepresidenan Qasr al-Watan, Abu Dhabi,” ujar Fachrul di Abu Dhabi (12/01).


Jokowi Tandatangani 16 Perjanjian, Uni Emirat Arab Suntikkan Investasi Rp 314,9 Triliun

"Salah satu poin penting sinergi ini adalah promosi moderasi beragama dan bahaya ekstrimisme," imbuhnya.

Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan menjelaskan dalam kerjasama kedua belah pihak ini ada beberapa kerjasama bilateral terkait urusan agama Islam dan Wakaf. Kerja sama pertama adalah pertukaran pengalaman dan keahlian untuk mempromosikan konsep-konsep moderasi beragama, nilai-nilai toleransi, dan meningkatkan kesadaran publik dalam menghadapi bahaya ekstremisme.

Kedua, pengembangan kapasitas imam, khatib, dan mufti melalui berbagi praktik terbaik. Ketiga, pertukaran keahlian di bidang penghafalan Al Qur'an, pembacaan dan terjemahan Al-Qur'an dan Sunnah.

Keempat, pertukaran pengalaman di bidang manajemen wakaf, pengembangan dan investasinya. Selanjutnya bertukar cetakan, publikasi, dan terjemahan Kitab Suci Al Qur'an serta hasil cetakan, hasil penelitian, publikasi, dan majalah.

Keenam, pertukaran keahlian dalam pembangunan, pemeliharaan dan pengelolaan masjid yang bertujuan untuk mempromosikan masjid sebagai tempat ibadah dan bimbingan keagamaan moderat yang aman. “Terakhir, pertukaran delegasi dan peserta di semua tingkatan dan partisipasi pada forum, konferensi, dan Musabaqah Al-Quran,” ujarnya.

Pembicaraan lain yang juga dibahas dalam pertemuan tersebut adalah rencana bantuan hibah (grant) Pemerintah UEA berupa pembangunan fisik Grand Mosque Muhammad bin Zayyed di Solo, Jawa Tengah. Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen UEA bersama RI untuk membangun masjid yang ramah bagi semua orang dan penyebaran Islam wasathiyah dan moderasi beragama.

"Kita juga akan menjalin kerjasama dalam penguatan e-learning madrasah," pungkasnya.

Balas Pernyataan Ngabalin, Fadli Zon: Harusnya Dia yang Belajar Diksi

Halaman: 
Penulis : Nurman Abdul Rohman, Trisna Susilowati
 
xxx bf videos xnxx video hd free porn free sex