logo


Rudal Kembali Hantam Pangkalan Militer, AS Berang

Pemerintah Amerika Serikat (AS) meradang usai sebuah rudal kembali menerjang markas militer tentara AS di Irak, Minggu (12/1).

13 Januari 2020 08:09 WIB

reuters

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat (AS) meradang usai sebuah rudal kembali menerjang markas militer tentara AS di Irak, Minggu (12/1).

Hal tersebut sangat ironis mengingat Iran dan AS berjanji untuk mengurangi tensi yang sempat memanas usai terbunuhnya petinggi militer Iran Qassem Solemani beberapa waktu lalu.

"(AS) marah dengan laporan serangan roket lain di pangkalan udara di Irak," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, sebagaimana dikutip AFP melalui cnbcindonesia.


Rakyat Iran Demo Soal Jatuhnya Pesawat Ukraina, Donald Trump Beri Dukungan

"Ini pelanggaran terus menerus atas kedaulatan Irak oleh kelompok-kelompok yang tidak loyal ... harus berakhir," lanjutnya.

Sebuah roket dikabarkan kembali menyerang markas pasukan koalisi AS di Irak bagian utara. Roket jenis Katyusha tersebut menerjang pangkalan udara Al-Balad yang merupakan markas pesawat F-16.

Meski tidak ada korban jiwa, namun serangan tersebut melukai empat orang, di antaranya dua perwira Irak dan dua penerbang. Sehingga, tentara dan pekerja AS terpaksa dievakuasi dari pangkalan udara tersebut.

"Sekitar 90% penasehat AS dan karyawan (kontraktor) ... telah mengungsi ke Taji dan Erbil setelah ancaman ini," kata salah satu sumber sebagaimana dikutip dari AFP.

Pihak AS menuding jika serangan tersebut dilakukan oleh kelompok milisi yang didukung Iran. Kendati demikian, Iran sendiri belum mengeluarkan pengakuan resmi.

Lembaga Survei Indonesia: RRC Dinilai Lebih Besar Pengaruhnya Terhadap Indonesia Dibanding AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia