logo


Prihatin dengan Insiden Natuna, Jepang Siap Bantu Jaga Keamanan Laut Indonesia

Jepang menyatakan sikap keprihatinannya terhadap insiden kapal-kapal ikan "asing" yang menerobos masuk ke dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di wilayah perairan Natuna, Kepulauan Riau, belakangan ini.

13 Januari 2020 06:46 WIB

Kapal Perang Republik Indonesia KRI Banjarmasin 592.
Kapal Perang Republik Indonesia KRI Banjarmasin 592. Dispenkolinlamil

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jepang menyatakan sikap keprihatinannya terhadap insiden kapal-kapal ikan "asing" yang menerobos masuk ke dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia di wilayah perairan Natuna, Kepulauan Riau, belakangan ini. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Jepang Atsushi Kaifu dalam jamuan makan malam di Jakarta, Jumat (10/1) dilansir dari CNNIndonesia Senin (13/1).

"Kami telah mengamati insiden ini secara dekat karena kami (Jepang-Indonesia) memiliki posisi dan keprihatinan yang sama terkait isu Laut China Selatan. Langkah unilateral yang mencoba mengubah status quo ini sangat mengkhawatirkan," kata Kaifu.

Kaifu mengungkap bahwa Jepang berencana untuk berinvestasi guna membangun pusat perikanan dan pelabuhan di pulau-pulau terluar Indonesia, termasuk Natuna.


Soal Konflik di Natuna, Ini Saran Susi Pudjiastuti kepada Presiden Jokowi

Lebih lanjut, ia juga mengungkap bahwa Angkatan Laut Jepang dalam hal ini pasukan penjaga pantai Jepang telah sepakat bekerja sama dengan Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI dalam pengamanan wilayah perairan Indonesia.

"Jepang dan Indonesia sama-sama negara kepulauan sehingga sektor pengamanan laut dan perairan sekitar sangat lah penting. Dan kami ingin belajar lebih banyak lagi dengan Indonesia soal ini," kata Kaifu.

Lembaga Survei Indonesia: RRC Dinilai Lebih Besar Pengaruhnya Terhadap Indonesia Dibanding AS

Halaman: 
Penulis : Tino Aditia