logo


Terkait Suap Komisioner KPU, Hasto Akui Ada Tanda Tangan Dirinya Surat Permohonan PAW

Simak ulasan selengkapnya

12 Januari 2020 18:27 WIB

Hasto Kristiyanto.
Hasto Kristiyanto. Jitunews/Latiko Aldilla Dirga

JAKARTA, JITUNEWS.COM -  Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyano mengakui bahwa dirinya ikut menandatangani surat permohonan pergantian antarwaktu (PAW) Harun Masiku untuk menggantikan caleg terpilih yang meninggal dunia, Nazarudin Kiemas.

Namun karena hal tersebut, dirinya kini terus dikaitkan dengan kasus suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

"Kalau tanda tangannya betul. Karena itu sudah dilakukan secara legal," kata Hasto, seperti yang dikutip dari laman CNN (12/1).

Lebih lanjut, Hasto mengatakan bahwa parpol memiliki kedaulatan untuk mengajukan PAW dan tak ada yang salah dengan keputusan PDIP untuk mengajukan Harun Masiku.

"Itu merupakan bagian dari kedaulatan partai politik," kata Hasto.

Hasto sempat meluruskan pertanyaan seorang wartawan yang mempertanyakan alasan PDIP mengajukan PAW terhadap Harun Masiku sebanyak tiga kali. Kata Hasto, keputusannya hanyalah sekali.

"Jadi keputusan hanya satu kali. Keputusan PAW diputuskan satu kali. Surat menyurat itu legal formalnya memang seperti itu," tambah dua.


KPK Jawab Tantangan untuk Panggil Hasto

Hasto juga mengaku siap memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) apabila dirinya dipanggil.

"Kami beberapa kali berdialog ketika kami mengundang KPK ya KPK datang membahas bagaimana membangun sebuah sistem keuangan partai yang transparan, yang baik. Ketika KPK mengundang kami pun, saya akan datang," kata Hasto, seperti yang dikutip dari laman Detik (12/1).

Soal Kasus Suap Komisioner KPU, Hasto Kristiyanto: Lahir Batin, Saya Siap Dipanggil KPK

Halaman: 
Penulis : Raka Kisdiyatma