logo


Polemik Lampu Motor Jokowi Tak Nyala, Pengamat Sebut Presiden dan Rakyat Harus Disamakan

Ngabalin menyebut bahwa presiden tidak bisa disamakan dengan rakyat terkait aturan lampu sepeda motor harus menyala di siang hari

12 Januari 2020 11:15 WIB

Joko Widodo
Joko Widodo Istimewa

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyebut bahwa presiden tidak bisa disamakan dengan rakyat terkait aturan lampu sepeda motor harus menyala di siang hari karena sudah mendapatkan pengawalan.

Pengamat transportasi dari Universitas Katolik Soegijapranata, Djoko Setijowarno, menyebut bahwa seharusnya perlakuan terhadap presiden sama dengan masyarakat pada umumnya.

"Ada kekhususan dengan VVIP. Bisa dengan diskresi polisi juga. Tapi nanti tunggu keputusan MK. Memang sebaiknya, harus sama (perlakuannya)," ujar Djoko kepada wartawan, Minggu (12/1).


Polemik Lampu Motor Jokowi Tak Nyala, Istana: Dia Samakan dengan Presiden, Itu Tidak Bisa

Djoko mengatakan bahwa orang di sekitar Jokowi seharusnya taat pada aturan. Menurutnya, Jokowi tidak akan melanggar aturan jika tahu.

"Artinya, orang di sekitar presiden harus taat aturan. Walau dalam kondisi dikawal. Betul (seharusnya tak ada pembedaan perlakuan). Pasti Pak Jokowi tidak tahu, kalau tahu, pasti beliau ikuti aturan," ujar Djoko.

Ia menilai menyalakan lampu di siang hari tidak terlalu berpengaruh. Djoko menyebut untuk meningkatkan keselamatan seharusnya  menurunkan kapasitas silinder sepeda motor.

PBNU: Saya Minta Presiden Mendinginkan Konflik Iran-AS

Halaman: 
Penulis : Aurora Denata